Sekretarisku Jilbaber
beginilah penampilan sehari-hari, apa adanya dengan jilbab lebar yang menjuntai, sepatu kets lusuh yang setiap hariku kenakan, juga tas ransel yang isinya mukenah, Mushaf kecil, buku agenda, pulpen dan air mineral yang tak lupa kubawa kemana pun, juga ponsel keluaran lama yang masih kugunakan sampai sekarang.
“Baiklah Bu Annisa, interview anda selesai kami akan memilih salah satu yang akan menjadi sekretaris di perusahaan, nanti jika anda anda terpilih, kami akan menghubungi anda, terimakasih,” ucap wanita yang berpenampilan elegan tersebut.
“Terimakasih, saya permisi.”
Aku keluar ruangan interview dengan perasaan lega dan berharap aku diterima kerja dengan gaji sangat menjanjikan.