Setipis Benang Sutera
Sepertinya itu adalah CV lamaran kerja, apalagi dengan melihat dia mengenakan atasan putih dan bawahan hitam membuat aku semakin yakin bahwa ia datang kesini untuk melamar kerja.
"Namanya cantik, secantik orangnya,'' gumamku dalam hati sembari memandang wajahnya yang terbalut hijab berwarna putih, tampak teduh dan menenangkan.
"Ehm …," terdengar ia berdehem pelan, membuatku tersadar dari lamunan.
"Astaghfirullah," gumamku pelan lalu menyerahkan berkas kepadanya.
"Terima kasih," ucapnya tulus setelah menerima berkasnya dari tanganku. Kemudian ia berdiri cepat sebelum sempat aku menjawab ucapan terima kasihnya.
Hot Chapters