Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dance in the Rain

Dance in the Rain

Semesta Rain Aku baru saja meletakkan tas di atas meja saat ketukan di pintu mengalihkan perhatian. Tak lama, wajah Paman Bara muncul dari balik pintu. "Kau sudah makan? Paman membeli ayam kalau kau belum makan. Masih ada nasi di dapur," ucap pria awal empat puluhan tahun itu dengan ekspresi muka datar.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai paman datang
Baca
+Pustaka
Jangan Paksa Aku...

Jangan Paksa Aku...

“Nah, itu kelihatanya Pamanmu sudah pulang Na.” Aku pun bergegas, setengah berlari ingin menyongsong pamanku dan diikuti bibiku dari belakang. “Hai paman apa kabar?” sapaku begitu pamanku keluar dari mobil. “Hai Ana, kapan datang? Sudah lama?” pamanku balik tanya, lalu dia mencium keningku. “Belum lama paman.” “ Dengan siapa kamu kemari Ana?”
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai paman datang
Baca
+Pustaka
NYONYA MUDA, TUAN INGIN ANDA KEMBALI!

NYONYA MUDA, TUAN INGIN ANDA KEMBALI!

Seperti kompilasi dari banyak emosi yang ditahannya. “Ada apa, Pak?” tanya Puspita yang ikut cemas. Pram menatap nanar Puspita. Cukup lama hingga Puspita harus memanggilnya lagi karena Pram tak kunjung menanggapi. “Pak ….” “Pamanmu datang lagi ke Jakarta, Puspita. Dan ia tetap ingin membawamu pulang.”
1066.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai paman datang
Baca
+Pustaka
Paman, Bawa Aku Pergi

Paman, Bawa Aku Pergi

Ia kemudian menambahkan dengan nada santai, "Nanti malam Paman akan mampir ke rumahmu untuk mengantarkan ponsel Anya. Kebetulan Paman ada acara di dekat daerah rumahmu." "Oh, Paman mau mampir? Syukurlah kalau begitu. Terima kasih banyak ya, Paman. Maaf sudah merepotkan gara-gara kecerobohan Anya," ucap Gusti, terdengar benar-benar percaya tanpa menanyakan posisi istrinya sedikit pun. "Sama-sama. Sampai jumpa nanti malam."
672 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai paman datang
Baca
+Pustaka
DIA AYAHKU

DIA AYAHKU

Keluarga mana lagi yang akan datang mengunjungi Paman selain. "Mak!" Paman segera mendekati dan mencium tangan orang tua yang sudah berdiri di ambang pintu melihat kami. "Kapan Mak sampai? Kenapa tak kasi kabar sama Harun?" Paman tampak bergelayut manja dengan Nenek.
1026.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 700 kali sebagai paman datang
Baca
+Pustaka
Tipu Muslihat sang Paman

Tipu Muslihat sang Paman

Rumah Paman Edy berada di daerah kota tua, sebuah rumah lama. Tidak besar, tetapi cukup bersih. Ketika aku tiba, pintunya terbuka, makanan sudah disiapkan, dan ada sebotol alkohol. Di sofa sebelahnya terdapat sekotak kue. “Kamu sudah datang!” Paman Edy menyambutku, matanya memindaiku beberapa kali, tatapannya membuat seluruh tubuhku terbakar.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai paman datang
Baca
+Pustaka
Paman CEO itu Suamiku

Paman CEO itu Suamiku

“Om... masak?” “Kalau cuma rebus pasta, aku bisa,” jawab Alvano santai. “Makan dulu. Kamu belum makan siang, kan?” Alexa mendengus. “Om tahu dari mana?” “Dari perutmu yang bunyinya kedengaran sampai ke tetangga samping.” Pipinya memanas. “Om jangan ngelawak, deh.” “Siapa yang bercanda.” Alexa menatap piring di meja. Pasta carbonara, lengkap dengan taburan keju dan potongan jamur. Tampak menggoda — dan entah kenapa, perhatian kecil seperti itu membuat hatinya sedikit goyah.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai paman datang
Baca
+Pustaka
Dihamili Paman yang Mandul

Dihamili Paman yang Mandul

Menghiraukan seruan Selena yang terus memanggil-manggil namanya. "Papa kamu sehat, kalau dia nggak sehat, kamu nggak mungkin ada di perut mama." Ungkap Shera sambil mengusap perutnya yang semakin keroncongan karena menunggu Kevin dan masakannya. Kevin bilang akan datang pukul delapan pagi, tapi sudah pukul delapan lebih pria itu tak kunjung datang-datang juga. "Nunggu siapa non?" Tanya pak Sapto pada Shera.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 432 kali sebagai paman datang
Baca
+Pustaka
Satu Malam Lagi, Paman!

Satu Malam Lagi, Paman!

“Udah Mama kasih ke Kaira.” Sasmita melirik pada Kaira yang baru datang dari arah dapur dengan semangkuk nasi panas. “Awas ya kalau kamu nggak datang!” ancam Monica. “Aku udah susah-susah daftarin biar kamu dapat urutan satu!” Langkah Kaira terasa berat saat ia tiba di samping Sasmita, digenggamnya mangkuk keramik itu dengan erat. “Iya, Mbak ….”
10632 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai paman datang
Tampilkan Ulasan (7)
Baca
+Pustaka
Aya Melodi Agrifina
ceritanya sukses bikin Aq elus dada.... dikehidupan yg memang semua-muahya dinilai dr segi ekonomi seperti ini,orng "kecil" seperti Kaira memang serba tertekan... tertekan emosi,tertekan perasaan serta tertekan krna ekonomi.... sabar ya Kaira,semoga kebahagiaan akan menghampiri
Leah von herhardt
bagus, aku suka... kebangkitan wanita yg disia-siakan, ga pernah dilihat istimewa sm keluarga suaminy tp Paman suaminya yg gagah tampan mempesona dan alpha male itu ada buat dia. semoga Thor up Lebiih banyak soalny kurang trs aku baca, 10-15 bab sehari yah Thor. lop u Thor Almieww
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status