Hajatan Tetangga
sapaku sambil mendekat.
"Oh, Kau, Maen," jawab Pak Abdul seraya mengusap air matanya. Rasanya indah, sejuk, ketika Pak Abdul memanggilku "Maen,". Maen atau parumaen adalah panggilan mertua untuk menantu perempuan.
"Kenapa, Pak?" tanyaku seraya duduk di dekatnya.
"Gak ada apa-apa, Maen, aku hanya teringat Istri dan anakku, dulu mereka suka menghabiskan waktu mengurus bunga," kata Pak Abdul.