Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesona Istri Presdir Posesif

Pesona Istri Presdir Posesif

'Aku sudah ada di taman, kamu di mana, Lingga? Anindya mengetikan sebuah pesan untuk Lingga. Setelahnya dia kembali menutup ponselnya, dan mengangkat wajahnya menatap taman yang begitu sepi. Hanya ada beberapa orang di sini, mungkin karena saat ini waktu menunjukan pukul 11.23 siang kota Pandora. Sehingga keadaan taman terlihat sepi pengunjung, karena biasanya ramai ketika sore hari banyak sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara dan juga keluarga kecil yang sedang menemani buah hati mereka bermain.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu Istri yang Dikhianati

Perjalanan Waktu Istri yang Dikhianati

Hari ke-2 Telepon di ruangan Haris berdering. Ia yang saat itu tengah memberi cap di beberapa berkas, lambat untuk mengangkatnya. "Halo?" "Tahun berapa sekarang?" "Kau lagi? Aku sibuk!" "Tunggu! Jangan tutup teleponnya!" "Dengar.. aku tidak akan percaya pada dengan ka-" "Tanda lahir di pinggang kiri!" "Hah?" "Kau..maksudku, kita.. memiliki tanda lahir di pinggang kiri. Bentuknya seperti genangan air. Dan, berwarna cokelat mentah."
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Eksistensi Putra Guntur

Eksistensi Putra Guntur

lirih Panca, menoleh ke arah Tetua Kalinga. Tatapan isyarat itu dapat dimengerti oleh Tetua Kalingga, sehingga dia mengembalikan kesempatan bicara kepada Panca. "Aku Panca Sena! Jika ingin berurusan denganku, maka jangan libatkan mereka."
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
CLBK (Cinta Lama Biar Kembali)

CLBK (Cinta Lama Biar Kembali)

Kan pengen lihat doang *Aa, sakali deui ngomong kitu, neng moal ngabaturan aa bobo sampe peting di telpon Aa, sekali lagi ngomong gitu, Neng gak bakal nemenin Aa bobo sampai malam di telpon *Ih.. ngancemna serem. Mana bisa Aa bobo lamun teu mireng sora Neng. Bisa insomnia atuh Ih, ngancemnya serem. Mana bisa Aa tidur kalau gak denger suara Neng. Bisa insomnia dong.
1020.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 745 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Esterina Allen
:D :D :D Sumpah ih baru baca satu kalimat langsung baper. Abis ngajakin putus gitu. Trus aku langsung sedih deh. Oke, aku akan bertahan. ini baru satu bab ... masih ada beberapa bab lagi. awas kalo nggak happy ending, aku bakal nangis.
Buah_Kaktus
Aa, Neng ikhlas klo Aa nikah ma sahabat Neng. Mamah Aa pun lbh suka ma Desi karena suka ngirim2 masakan kan? Neng ikhlas Aa, Aa harus patuh ma orang tua... dadah Aa, mdh2n ada keajaiban selanjutnya.. apa kudu Neng kirim2 masakan juga le mamah Aa? 😁😁 Seru Thor, lajut kuy...
Baca Semua Ulasan
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

Panas hadir mampu menyegarkan tenggorokannya yang kering dan peningnya yang mengganggu. Dibukanya ponsel dan segera menelepon Pakde Tejo. Sekali telepon, tak ada nada sambung, dua kali menelepon, agak lama baru diangkat. Terdengar suara Pakde Tejo di seberang sana. Mungkin masih di kebun, meskipun sudah sore, Pakde Tejo masih sering berkeliling mengecek keadaan kebun. Suaranya putus-putus seperti desau angin.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Mereka tidak perlu tahu yang sebenarnya terjadi, pikirnya, mencoba untuk tetap tenang. "Ah, biasa saja," jawab Gracya sekenanya. “Shift malam sama aja kayak shift lainnya, kok. Malah kadang terasa lebih sepi, ya kan?” Rita mengangkat alis, lalu tertawa kecil. "Bohong tuh kamu, Grace! Katanya sih, ada cerita tentang lonceng kematian yang kedengarannya cuma waktu shift malam. Kamu pernah dengar nggak, sih? Yang katanya kalau dengar suara lonceng di malam hari, bakal ada yang meninggal?”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Ditinggalkan Setelah Malam Pertama

Ditinggalkan Setelah Malam Pertama

Ia sempat termangu kala mendapati nama Surya tertera layar ponsel. "Mas Surya!" pekik Senja girang. Senja segera menggeser ikon berwarna hijau ke samping lalu menempelkan ponselnya pada telinga kanan. "Mas Surya~" manja Senja. Terdengar kekehan geli dari seberang line. "Iya, sayang," balas Surya.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Langit dan Suara Saat kedua matahari menyatu tepat di zenit, sebuah gema mengalun dari dalam perut bumi—suara seperti seruling yang dilipat waktu. Orang Tilangkar percaya itu adalah “Sangkala Waktu,” panggilan yang hanya muncul bila dunia siap berubah. Anak-anak Tilangkar dilatih sejak kecil untuk diam setiap kali gema itu datang. Tak seorang pun tahu dari mana datangnya, tapi semua sepakat—itu bukan suara yang patut diabaikan.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Dhea kini menatap lekat wajah suaminya dari samping, lelaki itu tetapi menatap ke arah pantai. "Jarak ke lantai itu sangat dekat, jika ditempuh berjalan kaki tidak sampai lima belas menit. Jika siang hari, udara terasa sangat asin dan panas, namun tidak terasa karena angin yang kencang berhembus. Jika petang menjelang, akan terdengar suara adzan magrib yang sangat merdu dari timur, diikuti suara lonceng dari Utara dan selatan. Setelah adzan selesai, dari arah Utara akan membunyikan lonceng lagi sebanyak tiga kali." "He? Kenapa Abang tahu semua? Kenapa__"
9.9270.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.2K kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Titimangsa Parasu

Titimangsa Parasu

Lintang Abang tersenyum geli dibuatnya. Matahari kian condong ke sisi barat. Senja merayap mengusir sore dengan perlahan. Sisa-sisa sinar matahari yang menembus celah-celah dedaunan melahirkan garis-garis cahaya oranye yang lembut. "Kek, aku lapar..." rengek Parasu seraya memegangi perutnya yang keroncongan. Lintang Abang tersenyum tipis. "Sebentar ya Rasu, sabar dulu. Kakek hendak memanjat pohon mangga itu," bujuknya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status