Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Holiday to Wedding Day

Holiday to Wedding Day

]: Hill, apakah kamu baik-baik saja? [Hello Hill, are you still there?]: Halo Hill, apakah kamu masih di sana? [We're still in phone, Hill]: Kita masih telepon, Hill [OK. I hope you are fine and call me again later.]: Oke. Aku berharap kamu baik-baik saja dan meneleponku lagi nanti [Please confirm me about tomorrow evening]: Tolong konfirmasi aku tentang besok sore
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Tanya Kelvin yang kesal setengah mati. “Do you pernah ngerasain, eee.., ever taste, icip-icip.., your face, muka kamu, going down…, eeee.., berpindah ke.., aduh, apa bahasa Inggrisnya pantat?” “This, mister, this!” Barok menunjuk pantatnya sendiri. “Your face berpindah ke this! Do you want..??” ********
1048.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Ribuan terima kasih sy ucapkan kpd Kakak-kakak pembaca yg telah mengikuti kisah Gending dan Widya di karya ini. Terima kasih jg utk Kakak2 yg sudah memberi sy hadiah. Sehat selalu, dan bahagia selalu. Amin
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

"Hallo!" Suri kaget saat mendengar suara bentakan Pras. Ia menjauhkan ponsel sejenak. Berusaha menenangkan hatinya dulu baru berbicara. Terkadang nada suara dan bahasa yang tidak enak bisa memicu pertengkaran bukan? "Hallo, Mas. Mas ada di mana? Sekarang sudah jam dua belas malam." "Aku tahu ini jam berapa, Ri. Kamu pikir aku buta sampai tidak bisa melihat jam?"
1082.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Gadis Pemuas Tuan Mahen

Gadis Pemuas Tuan Mahen

omelnya. Bas menjauhkan ponsel dari telinga ketika mendengar suara Mahen yang terdengar kesal. “Ck! Ini sudah tengah hari tuan. Pagi dari hongkong,” sahut Bas dengan terkekeh kecil. “Itu tidak mungkin. Kau saja yang cerewet,” timpal Mahen. Pria itu berbicara sambil memejamkan mata kembali, karena rasa kantuk yang masih bersarang.
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Kisah Aletha Anasya

Kisah Aletha Anasya

Jam menunjukkan pukul 7 malam Sudah memasuki jam makan Malam, Aletha membeli pecel lele untuk dimakan bersama keluarganya. “Mas, ayam goreng nya 1 sama sate usus ya nasinya nasi uduk, Bungkus ya mas” Ucap Aletha yang sambil duduk di bangku. “Aletha..” Terdengar suara yang membuat Aletha menoleh. “Loh Biantara, ngapain disini?” “Gue lagi berenang al disini” Jawab Bian sambil tertawa Mendengar Bian tertawa membuat Aletha kesal “Ish yang serius bi”
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Batal Akad

Batal Akad

tanya Parmi saat menghampiri Tetehnya yang sibuk di dapur. "Nasi goreng nanas," jawab Parni. "Nasi panas? Bukannya nasi udah panas Teh?" "Iya, kayak kuping kamu, panas," timpal Parni lagi sambil memutar bola mata malasnya. "Ha ha ha ... Teteh bisa aja, mana ada nasi kuping panas," celetuk Parmi lagi. "Ha ha ha ... Ya Allah, panjangkan usiaku ya Allah," gumam Parni masih dengan mengupas buah nanas.
9.921.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
SUAMI DARI ALAM LAIN

SUAMI DARI ALAM LAIN

bismillah SUAMI DARI ALAM LAIN #part_82 #by: R.D.Lestari "Pagi, Sayang ...," Indri menggeliat saat ia merasakan ada pergerakan di balik telinganya. Rasa geli yang tak tertahankan membuatnya sesegera mungkin membuka mata.
1024.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 913 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
BAYI TETANGGA MIRIP SUAMIKU

BAYI TETANGGA MIRIP SUAMIKU

sahutku sembari menunjukkan ponsel padanya. “Ya sudah, angkat saja. Siapa tahu ada yang penting,” Segera kugeser tombol hijau di layar ponsel lalu meng-klik gambar speaker agar Rere bisa ikut mendengarkan. “Assalamu alaikum,” sapa suara bariton dari seberang sana. “Waalaikum salam, Mas. Ada apa ya?” jawabku. “Nanti sore ada acara enggak?” tanyanya kemudian.
9.1119.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

Di sampingnya, TV menyala pelan menampilkan acara variety show-penuh warna, suara cepat, dan tawa. Arga duduk di kursi, bersandar sambil memperhatikan ekspresi bingung Hina yang mencoba menyalin kata "selamat pagi" di bukunya. Sepertinya Hina sedang mulai untuk mempelajari bahasa ringan sehari-hari di zaman ini. Hina: (berbisik) "Sela... mat... pagi?" Arga: (tersenyum) "Iya, bagus. Itu yang biasa orang bilang waktu bangun tidur."
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Pembohong yang Sempurna

Pembohong yang Sempurna

Ada keraguan untuk menjawab sapaan yang disampaikan Panji dan itu terlihat jelas di wajah Nyla. “Saya, ayah Parta. Duduk lah.” Panji kembali mempersilakan Nyla untuk duduk, tetapi Nyla justru mendekat dan mengulurkan tangannya. Gadis itu menarik tangan yang sudah menyambutnya, mengarahkannya pada pipinya yang lembut. “Selamat sore, Paman,” sapanya yang mendapat balasan berupa tepukan ringan di bahunya juga senyum kebapakan yang ramah.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai panas telinga kiri sore hari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status