Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

jeritnya dalam satu tarikan napas. “Biar aku keliatan di mana lebamnya.” “Bukan di lengan yang sakit.” Sebelah alis Ben terangkat dan bertanya, “Ada lagi yang lain?” Cantika sempat ragu sesaat, dia mengulum bibir bawahnya. “Di ... punggung.” Bukankah Ben pernah menyatakan bahwa bibir Cantika adalah salah satu bagian darinya yang ia sukai? Setiap kali melihat Cantika mengulum bibir, selalu membuat otak Ben kehilangan fungsinya.
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai panas dalam di bibir
Baca
+Pustaka
Godaan Panas Tetangga Baru

Godaan Panas Tetangga Baru

pikirnya dengan senyum malu yang perlahan terukir di bibirnya, matanya menyiratkan perasaan cinta yang dalam. Fara menghela napas panjang, menyegarkan dirinya dengan mandi, berusaha menenangkan perasaannya yang sedikit canggung. Air hangat yang menyentuh kulitnya seolah menghapus segala ketegangan, membuatnya merasa lebih tenang dan siap untuk memulai hari. Setelah selesai, ia mengganti pakaian dan melangkah keluar kamar mandi, merasa sedikit lebih ringan meskipun tubuhnya masih terasa lelah.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai panas dalam di bibir
Baca
+Pustaka
Dear You

Dear You

Kali ini gue berhasil membuat bibir tipis itu mengulas senyum. “Lo tau dari mana gue suka gula-gula?” dia menerima kembang gula itu lantas menyobeknya sedikit dan memakannya. Sementara tanpa kami sadari, kami mulai melangkah beriringan, membaur dengan orang-orang yang sedang menikmati liburan mereka. “Insting.” Gue menatap gula-gula berwarna pink itu sambil tersenyum. “Emang lo beneran suka gula-gula?” toleh gue, dan Tania menjawab dengan anggukan.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai panas dalam di bibir
Baca
+Pustaka
The Real CEO

The Real CEO

“Cuma cium, mwah, gitu doang, Mas. Nggak usah pake lama. Lagian nyium juga nggak harus di bibir, kan? Bisa di kening, atau di pipi. Ck, pasti lagi mikir yang nggak-nggak, kan?” “Nggak.” Sanggah Lex seketika merasa bodoh. Pikiran Lex sepertinya sudah tercemar, karena beberapa kegiatan panas yang sudah mereka lakukan. “Kamu sendiri yang tadi majuin bibir. Jadi, aku kira kamu mancing-mancing lagi seperti subuh tadi.”
10107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai panas dalam di bibir
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
sevenseasof7
akhirnya selesai baca BIS(baca nya maju mundur tersendat2) mau lanjut baca ini... the real CEO... harap maklum ya KK beib.. aku tuh pendatang baru.... tp SDH lumayan banyak baca karya mu.. ketagihan soale
Ayu Ilma
oalaahh, ternyata disini toh asal usul cita ada. hasil selingkuhan harry sm sandra, duh kasian kmu cita... dr kmrn bingung karya prtamanya mba beb tuh yg mana, krna baca hasil muncul tiap baru buka gn. jd ngacak bngt yg trnyata nyambung² dr novel sblmnya
Baca Semua Ulasan
MY CRAZY HUSBAND

MY CRAZY HUSBAND

Saat mau memakai pelembab bibir nata lebih dulu mengambilnya. “Ih siniin gak itu punya ku.” Kata vanya sambil berjinjit karena nata meninggikan tangannya. “Apaan gak buang aja ini. Masih sekolah udah pakek gini ginian.” Kata nata ddengan tegas dan dingin. “Ih itu kan hanya pelembab bibir gak ada warnanya tau.” Nata pun ahirnya membukanya setelah itu mengoleskan dipunggung tangannya. Ternyata benar benda ini berwarna transparan. Nata pun langsung mengembalikan ke vanya.
717.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai panas dalam di bibir
Baca
+Pustaka
Jerat Obsesi Dua Presdir Berkuasa

Jerat Obsesi Dua Presdir Berkuasa

"Masih lapar?" Reflek mulut Naina terbuka saat Bryan menyodorkan garpu berisi satu iris apel dengan lelehan keju dan mayonaise diatasnya. Tanpa gadis itu sadar jika ada sedikit mayonaise yang menghiasi sudut bibirnya. "Hei..." Bryan menunjuk sudut bibirnya sendiri seolah memberitahukan pada Naina agar segera membersihkan bibir gadis itu. Tapi gadis itu malah menatapnya heran, dan sekali lagi Bryan mengangguk sebagai tanda jika apa yang ia katakan benar. Sudut bibir gadis itu harus dibersihkan.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai panas dalam di bibir
Baca
+Pustaka
Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

Kukacaukan Acara Keluarga Suamiku

“Bibir kamu belepotan, Sal.” “Serius, Mas, sebelah mana?” aku bertanya sambil mencoba meraba area bibir. Akibat makan dibarengi memnadang ketampaan Mas Gibran membuatku tidak fokus. Malu sekali kalau area bibirku belepotan karena kecap dari ayam bakar yang sudah aku santap. “Udah gak ada.” Mas Gibran mengusap lembut area bibirku menggunakan tisu.
10134.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.0K kali sebagai panas dalam di bibir
Baca
+Pustaka
Si Bibir Merah - The Red Lips

Si Bibir Merah - The Red Lips

Siapa yang bisa menolak auranya karena kharisma wanita itu begitu terpancar dari cara ia memandang. Ditambah lengkungan dari bibirnya ketika ia tersenyum, praktis menghipnotis para kaum Adam yang melihatnya. Wanita itu menengok ke kanan dan ke kiri seperti memastikan sesuatu. Ia pun ikut berjalan menyusuri trotoar, berkerumun dengan orang-orang yang sudah lebih dulu berjalan di depannya. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk duduk di kursi sebuah cafe dekat dengan pesta kembang api akan dilangsungkan.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai panas dalam di bibir
Baca
+Pustaka
Panasnya Ranjang Kakak Ipar

Panasnya Ranjang Kakak Ipar

Dinding pertahanan yang ia bangun susah payah runtuh tak bersisa hanya dengan ciuman yang memporandakan jiwanya itu. Saat Rekha akhirnya melepaskan tautan bibir mereka, Naya langsung terengah-engah mencari pasokan oksigen. Benang saliva tipis terputus di antara bibir mereka yang kini sama-sama membengkak merah.
1016.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai panas dalam di bibir
Baca
+Pustaka
MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

Pipinya terasa panas oleh rasa malu dan sedikit rasa bingung karena salah pelafalan. “Oh, berarti sudah ganti nama ya?”
1063.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai panas dalam di bibir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status