CUCU YANG DIBEDAKAN
Panggilan tersambung beberapa detik setelah itu.
“Halo, Maaf dengan siapa ya? Mau pesan keripik?” ucapku di panggilan telepon. Jiwa marketingku muncul tiba-tiba dengan menawarkan keripik, karena itu memang tujuan utamaku. Paling tidak, jika itu adalah nomor iseng, mereka akan langsung memutuskan hubungan.
Yakali mau iseng, malah ditawarkan keripik.
“Hai, Oh Sekar.”