ANYELIR KUNING
Kupasang wajah kesal, agar ia tahu aku merana menunggunya.
Dia tersenyum jenaka, atensinya kembali fokus padaku. "Kangen, yah?" Godanya. "Ternyata jalan menuju ke sini lumayan jauh yah, Ling. Apalagi jalan masuk ke kampung ini, Subhanallah, bikin nyebut berulang kali. Untung aja, prim rose-ku yang punya kampung," kekehnya pecah di akhir kata.