Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Nikahi Aku atau Aku Mati

Nikahi Aku atau Aku Mati

Nada suara kakaknya semakin meninggi, terdengar seperti meledek dan membela diri. “Uang segitu banyak, aku harus metik di mana?” Nirmala memegangi kepala yang tiba-tiba terasa nyut-nyutan. “Kan, kamu kerja. Bisa lah cari hutangan dulu di bank atau apa,” ucap sang kakak terdengar enteng. Kali ini nadanya semakin rendah, tanpa emosi.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Hancur Karena Notifikasi M-banking

Hancur Karena Notifikasi M-banking

Ternyata ribet banget urusan uang sama kakak sendiri] Balasnya pada akhirnya ketika aku sudah menunggunya selama satu jam. Sebenarnya ini bukan tentang seberapa banyak uang itu, tapi bagaimana adabnya ketika ia sedang meminta pertolongan pada kakak iparnya. [Baik. Terimakasih, ya, sudah meminjami uang padaku] Balasku menyindir, karena tak sepatah katapun terucap dari bibirnya untuk sekedar berterimakasih atas bantuan yang sudah aku dan Mas Bayu lakukan. Entah terbuat dari apa hatinya.
9.6201.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Istri Pengganti Malam Pertama

Istri Pengganti Malam Pertama

sahutku membuat Mbak Sinta semakin meradang. "He!" Mbak Sinta menunjuk-nunjuk arahku. "Sebagai adik itu memang harus begitu. Memberi pada yang lebih tua!" "Dalil dari mana, Mbak?" "Nggak perlu dalil atau apa pun itu. Yang jelas aku minta uang 500 padamu hari ini juga untuk diberikan pada ibu!" "Nggak ada, Mbak. Aku sama sekali nggak ada uang. Kalau ada juga sudah aku kasih," sahutku kala Mbak Sinta menatapku dengan tatapan nyalang.
5.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
ISTRIKU JARANG KE LUAR KAMAR SAAT KELUARGAKU DATANG

ISTRIKU JARANG KE LUAR KAMAR SAAT KELUARGAKU DATANG

tanya Ibu yang tiba-tiba datang dari dapur. "Aku lho, Bu, cuman minta uang dua juta sama Andi nggak dikasih!" adu Mbak Sarah. "Kenapa nggak dikasih, Ndi? Ini kakak kandungmu lho?!" ujar Ibu pilih kasih. "Wes lah, Bu! Kalian ini bikin pusing aku aja!" Aku langsung mengeluarkan uang yang diminta Mbak Sarah. "Nah dua juta."
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 573 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Prajurit Tangguh

Prajurit Tangguh

Tolong bilang ke Mama jangan terlalu di pikirkan Papa usahakan pinjam uang kawan Papa,) Setelah aku mengakhiri panggilan teleponku, aku mengutarakan niatkuy yang ingin meminjam uang kepada kawanku. Yaitu Hadi dan Soek Jin. "Bro do you have more money or not? Can I borrow money? I am for my child to be treated," ucapku meminta bantuan kepada dua kawanku. (Bro punya uang lebih atau tidak? Bisakah saya meminjam uang? Saya untuk anak saya berobat,)
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Hinaan Ipar untuk Sang Raja Bisnis

Hinaan Ipar untuk Sang Raja Bisnis

Nabila heran melihat kakaknya bagai kebakaran jenggot melihat tangannya. "Kamu bilang gak pegang uang, lantas ini belinya pakai apa, daun? Pinjam dulu duit seratus." Salma menengadahkan tangan kanannya meminta uang kepada adiknya. Nabila hanya melongo menatap kakaknya. Seandainya dia tidak mengenal kakaknya, yang tidak suka bercanda dan selalu ceplas-ceplos, dia pasti akan tertawa, soalnya wanita itu sudah seperti postingan orang-orang yang sedang viral, pinjam dulu seratus.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Ah, Jangan Kakak Ipar

Ah, Jangan Kakak Ipar

Tuut… tuut… Tak ada jawaban. Damar menggertakkan giginya. “Jawab, Bar … jawab,” desisnya. Begitu tersambung, Damar tidak memberi kesempatan Bara untuk memulai pembicaraan. “BARA!” panggil Damar, suaranya rendah, seakan menyimpan banyak ancaman di dalamnya. “Kamu kenapa bisa setega itu?” Bara sempat terkejut di seberag sana, ia menjauhkan ponselnya, membaca ulang nama yang tertera di layar. “Mas? Maksud Mas apa—”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

ucap Mas Rahman lagi. "Heh! Kau pikir aku dan kakakmu itu ngumpulin uang mudah, hah?! Seenaknya saja pinjam sesukamu. Disini bukan bank, tau!" Mbak Meri mencak-mencak. "Aku muak sama orang miskin seperti mu bisanya cuma nyusahin orang aja. Asal kau tau, uang tak kenal saudara. Nggak ada sesen pun uang untukmu!" Suara Mbak Meri melengking.
7.840.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Pembantu Kaya Tuan Tampan

Pembantu Kaya Tuan Tampan

“Bukan kak,” “Lalu, mau minta tolong apa? Apa ada yang mengganggumu? Oooh...... kakak, tahu sekarang. Kamu mau kakak jemput pulang, karena tidak kerasan?” “Ish, kakak salah besar. Bukan itu,” “Jangan membuat kakak panik, cepat katakan mau apa?” “Lala mau pinjem duit,” “Hah?! ..... bukannya kamu bilang tanbungan kamu banyak, masa iya sudah habis saja?”
1038.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Ayah Firza
Akhirnya nyasar ke tempat ini,,, Kisah yg sungguh mengobrak ngabrikan hati, meluluhlantahkan perasaan.... Sungguh sampai terhanyut ke dalam kisahnya, melupakan dunia nyata walaupun hanya hitungan hari... Ada senyum yg tersinggung dan air mata yg mengalir dengan sendirinya karena ternyahut di dlmnya.
Nuzulia Dilla
Suka banget sama novelnya. Lala yang mengira kl ayahnya yang kirim uang. Ternyata itu uang nyasar dari Gleen. Parahnya si Gleen pikir kl Lala gadis miskin. Padahal kan anak orang kaya. Belum tau aja sekaya apa si Lala ini. Ati2 ntar kamu bucin Gleen.... Lala tolong jangan gampang goyah sama Gleen...
Baca Semua Ulasan
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

kataku lagi seraya memasukkan kembali uang tersebut ke dompet suami. Kakak dan abang iparku tambah melongo. Tak terdengar lagi nada menghina mereka, entah kenapa aku puas. Sebelum kami pulang, kakak memanggilku ke belakang. "Yan, kulihat kalian banyak uang, pinjam dulu, sudah nunggak kredit mobil abangmu," kata Kakak. "Lima juta aja, Yan, tolonglah," sambung kakak lagi.
1041.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pantun minta uang ke kakak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status