Hajatan Tetangga
kataku lagi seraya memasukkan kembali uang tersebut ke dompet suami.
Kakak dan abang iparku tambah melongo. Tak terdengar lagi nada menghina mereka, entah kenapa aku puas.
Sebelum kami pulang, kakak memanggilku ke belakang.
"Yan, kulihat kalian banyak uang, pinjam dulu, sudah nunggak kredit mobil abangmu," kata Kakak. "Lima juta aja, Yan, tolonglah," sambung kakak lagi.