Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati
Dia hanya ingin mencoreng namaku di hadapan Ibu-Ibu yang berbelanja sayur, agar mereka tak suka padaku.
“Apa, Cit? Kakak gak pernah datang ke rumahmu, apalagi sampai ngemis-ngemis minjem uang. Naudzubillah, kalaupun Kakak harus minjam, Kakak akan pinjam dengan cara yang terhormat. Lagipula, Kakak gak tahu apa-apa soal uang modal, karena Mas Bambang hanya bilang kalau Ayah Mertua yang memberi modal. Bukan minjam apalagi minta sama kamu, Cit!” balasku, mencoba tenang meski hati sangat tersingging dan ingin membentak adik ipar yang unik ini.
Bab Populer