Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Begitulah caraku, bermain sambil belajar agar si anak tak bosan untuk belajar. ‘’Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan.’’ ‘’Sembilan ya, Ma?’’ ‘’Bener. Pinter banget anak Mama ini,’’ kataku sambil mengelus kepalanya. ‘’Oh iya, kalo misalnya Adik dikasih sesuatu. Harus bilang apa coba?’’ ‘’Bilang makasih.’’
118.7K viewsCompletedAdded to Library 653 Times as pantun untuk belajar
Read
+Library
Pelajaran Untuk Suami dan Teman Lamaku

Pelajaran Untuk Suami dan Teman Lamaku

Part 8 Menantu Baru "Ra, coba ganti panggilan suara ini menjadi panggilan video. Ada suatu hal yang pasti membuat kamu senang---" "Ada apa sih memangnya Mbak!?!" Karena saking penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Mbak Nita itu, aku pun langsung merubah menjadi panggilan video. "Lihatlah itu siapa yang datang dengan motor di depan rumah Bulek?"
1.9K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as pantun untuk belajar
Read
+Library
PENDEKAR MACAN TUTUL

PENDEKAR MACAN TUTUL

“Melamarlah kamu menjadi apa pun dalam lingkungan istana kerajaan. Jangan melihat pekerjaannya, tapi yang lebih utama adalah kakimu sudah berada dalam lingkungan inti kerajaan itu. Kauharus menampilkan diri sebagai seorang pemuda desa, bukan sebagai seorang pendekar. Kauboleh menggunakan ilmumu hanya hal-hal terbatas dulu menurut yang diperlukan.” “Baiklah, Guru.” “Sekarang, bangkit, kemaran pakaianmu, dan berangkatlah.” “Baik, Guru.” Beberapa saat kemudian, Panji Jagat sudah keluar dari bilik pondoknya dengan menyandang buntalan kecil di pundaknya. Ia pamit kepada sang guru dengan memeluk tubuhnya. “Aku pamit, Guru. Aku berjanji untuk selalu menjengkuk Guru di sini. Aku pasti selalu merindu
8.97.0K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as pantun untuk belajar
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Tamparan pelan tapi tenaga besar, tak heran membuat Kadal Ginting terjungkal ke samping sambil mengerang keaakitan. "Lain kali kalau bikin pantun harus ada artinya!" hardik Resi Pakar Pantun. "Misalnya begini: 'Celana kolor dibungkus pisang daun, robek daunnya tinggal pisangnya. Biar kecewaku sampai ke ubun-ubun, tapi masih ada pikiran untuk tugas lainnya'. Begitu, Tolol!" "O, jadi begitulah contoh pantun tolol, Eyang Resi?"
1028.3K viewsOngoingAdded to Library 566 Times as pantun untuk belajar
Read
+Library
Ning Bidadari yang Dilamar 99 kali

Ning Bidadari yang Dilamar 99 kali

Kalau ada yang baik ya diambil hikmahnya, jangan lihat siapa yang ngomong tapi dengarkan omongannya. Bismillah.. mari kita belajar terus dan terus. 'Utlubul 'ilma minal mahdi ilal lahdi' Termasuk belajar move on.... Kalau susah ya maafkan! Kata Pak Kyai belajar itu kan nggak ada habisnya. Oke Rey! Tarik nafas dan seruput kopinya! "Shanum kelihatan bahagia dengan suami yang sekarang ya Pak?"
1013.9K viewsOngoingAdded to Library 360 Times as pantun untuk belajar
Show Reviews (12)
Read
+Library
indeed.psyche
Salut sama penulis, bisa menghasilkan karya yang begitu bagus. Lanjut dong....udah penasaran sama si Reysableng ini. Awalnya tertarik sama tokoh ini pas baca ceritanya si Alfa dan Kinan. Terus baca cerita si Gus Nazril dan Ralin. Terus lanjut ke sini.
fanni nidda
Nggak pernah bosen baca cerita dari Bani Ahmad, paling favorit cerita gus nazril dan anak2nya. Pertama penasaran banget sama kisah kafa & biya sampai di bela2in beli ebooknya, terus beli novel gus dokterku, yang di baca berulang2 cerita master jenggala (masyaallah seru)
Read All Reviews
8 Tahun Mencintainya

8 Tahun Mencintainya

gumam Anara yang dapat didengar Fara dan Ander. Ander memutar bola mata. Ia tampak tidak setuju dengan pertanyaan Anara. "Ya, karena kalo kita gak patah hati, kita gak ada pengalaman apa-apa. Kita juga gak bakal tau pelajarannya apa. Hidup ini soal belajar dan belajar. Setiap langkah hidup lo, pasti ada suatu pelajaran yang baru lo ngerti." Fara dan Anara menatap satu sama lain. Keduanya hendak tertawa karena mendengar Ander tegoeh.
1015.8K viewsCompletedAdded to Library 457 Times as pantun untuk belajar
Read
+Library
Ifat

Ifat

Bang Fahmi dan Bang Idris berganti-gantian melanjutkan ceritanya, dan aku semakin takjub saja. Ada banyak pantun yang keluar. Jurus kata-kata dan silat kalimat pun berbalas-balasan. Namun, yang paling membuatku merinding adalah.., “Gulai patin sedapnya bukan buatan. Janganlah lupa mengunyah sirih. Tentang siapa pinangan diperuntukkan. Untuk anak kami Muhammad Fatih.” “Membeli pinang sampai ke kuala. Sisakan dia walaupun hanya sebiji.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as pantun untuk belajar
Show Reviews (10)
Read
+Library
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Read All Reviews
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

‘Cinta yang di tanam pada kewajiban luhur akan tumbuh meskipun kejelitaan berubah jadi uban dan keperkasaan berubah jadi renta. Sembari Maha rapikan rambut Pulung, entah sejak kapan ponselnya berpindah tangan ke Pulung. “Teman mas pintar banget bikin puisinya.” “Dia paling jado, Yang. Semasa sekolah dulu tiap ikut lomba pasti menang terus.” “Aku lapar. Pengen di masakin indomie sama mas.” “Nggak mau turun ke bawah?”
1.518.5K viewsCompletedAdded to Library 537 Times as pantun untuk belajar
Read
+Library
Dosa Dibalik Cadar

Dosa Dibalik Cadar

Jika pepatah mengatakan, ‘belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar diwaktu besar bagai mengukir diatas air. Belum lagi ia menghafal wudhu, shalat, puasa, dan masih banyak lagi yang mungkin akan sulit untuk sampai di otaknya. “Ya Allah, aku mau ngaji sama siapa ini?” gumamnya. “Pasti nanti kalau mengaji sama pak ustaz, aku di ejek sama anak-anak. Sudah setua ini, huruf hijaiyah saja tak hafal,” gerutunya. “Ba... tsa... ba. Tsa... ba... tsa.”
3.0K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as pantun untuk belajar
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status