Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

Jemarinya menyentuh sudut kertas dengan hati-hati, merasakan teksturnya, membaliknya ke arah cahaya lilin. “Aku kenal kertas ini.” Rosemary menegang. “Apa?” “Seratnya.” Matanya masih pada kertas itu, menyipit di bawah cahaya yang tidak stabil. “Agak kasar. Warnanya tidak terlalu putih—ada sedikit kekuningan di sini, di tepi-tepinya. Kalau kau sentuh, sedikit kasar di sini.” Jemarinya menggesek permukaan dengan gerakan kecil. “Ini kertas murah. Bukan untuk surat resmi. Untuk draft, catatan pribadi—atau surat yang tidak ingin dilacak.”
104.2K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as paper
Show Reviews (11)
Read
+Library
Luna Maji
Hai kakak kakak Luna disini. Makasih banyak buat yang setia menemani Rosemary sampai sejauh ini 🤍 Senang banget bisa berbagi cerita sama kakak. Kalau berkenan, Luna juga punya cerita baru berjudul Nona Hart, Tuan Earl Tak Mau Kau Pergi. Semoga kakak mau kenalan juga dengan mereka (⁠~⁠‾⁠▿⁠‾⁠)⁠~
Ryani
maaf thor. sempet negatif thinking.. hehe. . kebiasaan sblm baca sinopsisnya, liat gambarnya dl, tk kirain ini laki sm laki.. hehehe... masuk pustakan dl ya thor... baca kalau sdh bnyak bab nya... sering tdk sabar kl msh ongoing hrus nunggu update babnya
Read All Reviews
PARALLEL

PARALLEL

Xabi segera menepis rasa sedihnya dan berusaha fokus. “Ya, benar Urie. Aku pernah membuka buku-bukunya, kebanyakan kosong. Pun jika ada, isinya adalah hal-hal yang berkaitan dengan Vacuum termasuk sihir-sihir hitamnya.” “Ada itu juga.” Ramie menunjuk sebuah lemari kaca berisi pedang. “Banyak senjata juga, tapi mereka hanya display atau mungkin dummy. Tempat ini seperti halnya museum.”
2.9K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as paper
Read
+Library
Elements

Elements

Ninna Krisna / Ninna Krisnamurtielvesritesledgeomes
tanya Syifa lagi ketika Taeyang tidak kunjung menjawab. “Ng…” wajah cowok itu terlihat khawatir, “sepertinya akan butuh waktu lebih panjang, masih di jalan.” “Apa?” tanya Syifa belum paham. “Begini, kamu kan tahu aku ngekos. Nah, di tempat kos memang ada printer, tapi kemarin tintanya habis, dan kebetulan kemarin jadwal aku pulang ke Sukabumi, jadilah aku nge-print di sana. Jadi, saat ini, makalahnya masih dalam perjalanan menuju Jakarta.”
102.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as paper
Read
+Library
NINE

NINE

' -unknown author- Seorang gadis tertawa renyah dibalik meja kerja pamannya, bangga akan artikel yang ia tulis. Satu sudut bibir tertarik ke atas, kejam di wajah terlihat jelas, seakan telah menemukan mangsa untuk dilahap. Klik! Sekali tekan, perangkat di atas meja memproses artikel tersebut, mempersiapkannya agar terkirim pada setiap perusahaan media dan informan terkemuka dalam satu waktu.
104.7K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as paper
Read
+Library
Tes

Tes

Aura Lika transser8ries
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.4K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as paper
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

pikir Ocin. Saat sudah selesai dengan hajatnya dan Ocin pun memakai celananya kembali, dia teringat akan pena aneh yang berada di sakunya. Setelah keluar dari toilet, diambillah selembar kertas dari dalam tas dan digendong kembali tas miliknya. Ocin yang penasaran hendak mencoba menulis sebuah kalimat menggunakan pena tersebut. “Masih bisa dipakai tidak, ya?” batinnya.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as paper
Read
+Library
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

Bukan barang-barang sengketa, yang kerap ingin ia rampas dari Zainab. Sejurus kemudian, Bu Mitha membuka kardus perlahan. Ia mengeluarkan benda-benda yang dulu sangat dibencinya. Medali wisuda, tabung wisuda dan sebuah boneka lucu. Barang lain yang ia keluarkan adalah sebuah gaun anak-anak berwarna merah darah dan berbahan tulle yang mengembang indah. Berikutnya adalah kumpulan bola tenis yang telah ditandatangani nama ayahnya. Bu Mitha merogoh lebih dalam. Ia mengeluarkan sepasang sepatu yang telah mengelupas karena di makan usia, sebuah blazer merah marun, bolpen emas, serta buku-buku bisnis yang populer di zaman itu. Merogoh lebih dalam lagi, Bu Mitha mengeluarkan beberapa kartu ucapan.
1031.6K viewsCompletedAdded to Library 758 Times as paper
Read
+Library
Memory

Memory

"Apa di antara kalian ada yang tahu?" Mereka berlomba mengeluarkan ponsel, sepertinya mereka mencari berita tentang Aksara di media online. "Tidak ada berita pernikahan," sahut Dee, perempuan dengan kemeja hijau tua dan anting besar. "Di I*******m ada." Seorang perempuan berambut bob memperlihatkan ponselnya pada Soraya.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 225 Times as paper
Read
+Library
YOU

YOU

dewi Triana.A7710oursthusboleeros
Happy Reading Sean memijat keningnya pelan, berkas yang menggunung di hadapannya membuat kepalanya teramat pusing. Dengan kesal, dia membolak-balikkan kertas di hadapannya, lalu menorehkan tanda tangan. Tiba-tiba... BRAKKKK Suara pintu terbuka keras mengalihkan perhatiannya, menampakkan wajah Dastan sahabatnya.
9.911.1K viewsCompletedAdded to Library 245 Times as paper
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status