Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Home

Home

"Bisa jaga Anyelir sendirian? Apa mau aku temenin dulu sampai Anyelir tidur?" Runalla menggeleng pelan sembari menyibak rambut ke belakang telinga. Dia berjongkok dan otomatis Anyelir menghambur masuk ke dalam peluknya, Runalla pun terkekeh lemah. Dia pun sadar bahwa Anyelir membawa sesuatu--lembar kertas A4 yang sengaja disembunyikan gambarnya. "Hari ini di sekolah ngapain aja? Ini gambar apa, sayang?"
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 505 Times as paper
Read
+Library
PART-TIME

PART-TIME

Jo membalas senyuman palsu Al, “Apakah para material yang kau miliki menyukaimu dengan sepenuh hati? Berdasarkan ilmu matematika dan geometri papan catur, buah catur tertentu selalu lebih berharga daripada buah catur yang lain.” Mr. Jo mengeluarkan ponselnya dan menampilkan video Al yang tengah memalak juniornya. “Siapa? Siapa yang bisa merekamku sedekat itu?!” kesal Al melepas topengnya, “Jangan mngorbankan benteng bernilai tinggi hanya untuk mendapatkan kuda lawan,” celetuk Mr. Jo.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as paper
Read
+Library
Love

Love

Love you all.... 😍😍😍😍😍 enjoy ya.. 😘😘😘 🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 503 Times as paper
Read
+Library
Dia

Dia

"Pssst! Pssst! Lea!" Desisan dari arah belakang membuat gadis berambut sebahu yang sedang menulis menoleh sekilas. "Apa sih. Berisik!" ujar Lea balas berbisik dengan mata tetap awas menatap area papan tulis.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as paper
Read
+Library
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

tanya Raynal menakut nakuti Raina. “Aku nggak percaya dan aku nggak peduli” jawab Raina santai karena ia tahu pasti Raynal sedang menakut nakuti dirinya. Raynal hanya tertawa kecil lalu berdiri dari duduknya untuk menuju ke meja pesanan sembari membawa selembar kertas ditangannya. Raina yang melihat itu langsung menunduk ke arah meja yang terdapat buku menu disana. Raina berpikir berarti kertas yang dibawa Raynal tadi adalah tulisan pesanan makanan yang akan laki laki itu pesan.
18.9K viewsOngoingAdded to Library 490 Times as paper
Read
+Library
DAISY

DAISY

"Kenapa namaku ada di sini? Gadis dengan balutan dress motif bunga-bunga itu mencoba mengingat kembali. Sepertinya beberapa bulan terakhir ia tidak pernah memesan barang online. Ragu, Daisy membuka kotak itu perlahan. Rasa penasaran membuatnya terlalu cepat membukanya. Di dalam kotak itu, ada satu kotak kecil lagi dengan warna hijau tanpa pita. "Pakaian bayi?" Daisy membentangkan pakaian bayi berwarna biru dari dalam kotak. Lucu sekali, pakaian itu bergambar beruang. Daisy beralih pada kotak kedua, namun ketika ia membukanya, hanya ada selembar kertas. Mungkin, ini dari Layton? Pikir Daisy. Membuka lipatan kertas pelan-pelan, Daisy menemukan tulisan yang membuatnya sama sekali tidak senang.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as paper
Read
+Library
Koma

Koma

Sebuah benda tipis terjatuh dari sela-sela lipatan sapu tangan tersebut, Rimba memungutnya dari lantai. Bola mata Rimba melebar tak percaya mendapati sobekan kertas kecil dengan tulisan awut-awuttan, tapi untung masih bisa dibaca. Rimba membaca sekali lagi secara perlahan, menajamkan penglihatanya. Namun tulisan itu masih tetap sama. Temui gue di atap besok. ========================== ============== Salam hangat dari perempuan yang hobi gantungin
102.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as paper
Read
+Library
PUZZLE

PUZZLE

Tangannya sibuk mengetik hasil pemeriksaan urin pasien yang diindikasi mengalami ISK yang diperiksa Indira saat ini. "Gak usah. Gue mau yang simple-simple aja," ujar Ning saat menekan tombol enter di atas keyboard. Kertas putih yang berisi tulisan berwarna hitam dan beberapa terlihat berwarna merah itu muncul dari printer. Setelahnya ia memberikan buku besar kepada Indira agar gadis itu mencatat hasil pengamatannya tadi. Indira menatap wajah sahabatnya itu dengan tatapan datar sebelum menulis.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as paper
Read
+Library
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

Surat Kabar Keesokan paginya Fernandez mengumpat, “Sial.” Ia memandang Axton yang tengah memegang koran—atau surat kabar—yang digulung. Ia tidak percaya bahwa ia akan ikut serta ke dalam rencana akal bulus Axton demi menyembunyikan Milly dari Elena. “Ini akan berhasil. Percaya padaku.” Axton menepuk sekilas pundak Fernandez, sementara Fernandez mulai mengetuk pintu apartemen sederhana Elena.
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 355 Times as paper
Read
+Library
Fake

Fake

Untung saja lelaki itu tidak datang hari ini jadi Laura masih bisa bernafas lega. “Naura? Partner kamu ke mana?” Laura menatap pak Adi sambil mengangkat kedua bahunya, sebagai tanda dia tidak tahu, pura-pura tidak tahu tepatnya. “Yasudah, kalian mulai kerjakan soal-soal yang ada di buku. Setelah selesai berikan ke bapak lembar jawabannya,” perintah pak Adi. Semua menurut, tampak khusyuk mengerjakan soal itu dengan ambisius termasuk Laura.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as paper
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status