Sang Junjungan
"Bangsat! Lihat-lihat, dong, kalau bawa mobil!"
Adi memandangi orang yang memukulnya, entah pikiran datang dari mana, Adi mengusap gelang di pergelangan tangannya. Membuat orang tersebut terdiam. Senyum seringai tampak di bibir, mata Adi menatap nyalang serta berkilat. Mengetahui di sekitar dalam keadaan sepi. Gegas, dia menaiki truk. Memundurkan badan kendaraan tersebut, hingga menerjang si juru parkir. Pria bertubuh gempal itu meregang nyawa, kepalanya tergencet antara tiang-tiang besi. Satu nyawa telah terenggut kembali melalui tangan Adi.
Tanpa rasa bersalah, Adi melanjutkan perjalanannya. Sang Junjungan memang luar biasa, mempermudah semua urusan. Itulah dalam pikiran Adi.
Hot Chapters