Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teror Ghaib

Teror Ghaib

tanya Tony. “Dua hari aja sih,” kata Jake. “Cuma satu tujuan doang?” tanya Ethan. “Iya, ya ... coba kalian cari tempat lain deh,” kata Jake, “aku cuma kepikiran pintu weribu doang.” Tony lalu membuka ponselnya. Ethan juga. Kedua-duanya browsing lokasi wisata di Semarang yang direkomendasikan untuk dikunjungi. “Mau di Semarang kota apa yang di daerah pegunungan?” tanya Tony setelah menggulir layar beberapa menit.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai pasadena semarang
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

--Sadena-- Sadena lupa jika bis nomor satu ini memuat tiga kelas sekaligus. Yaitu kelas IPA-A, IPS, A, dan Bahasa-A. Alhasil, Selin dan Vega harus satu bis dengannya. Sebenarnya, Sadena tidak masalah sih. Tapi yang menganggu pemandangannya adalah kehadiran Marsha dan Sadava di seberang kursinya. "Hai, Na," Sadava menyapa. Di sebelahnya, Marsha ikut tersenyum hangat.
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai pasadena semarang
Baca
+Pustaka
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Kebersamaan II Dari kejauhan, Badang Selatan dan kelompoknya juga nampak menuju ke arah barat. Gemuruh air terjun Pangkung telah terdengar dari tempat mereka berdiri. “Suara ini, sepertinya kita sudah dekat dengan air terjun yang disebutkan dalam peta, Keke Badang.” Bading sesekali memperhatikan titik peta Ranting Sembah di tangannya.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai pasadena semarang
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Menundukkan Pandangannya

Wanita Yang Menundukkan Pandangannya

tanya Husein. "Nggak kenal sih. Tadinya kalau di izinin, kita sekalian mau melihat ke pameran busana muslim yang diselenggarakan di Semarang." "Tidak usah kesana ya! Mas Adam nggak bisa nemenin kamu soalnya," ucap Adam. "Mas Husein juga nggak bisa nemenin kamu," sahut Husein.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai pasadena semarang
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

LOKASI: KAMPUS - SIANG HARI STATUS WAKTU: PERTEMUAN YANG TAK DIDUGA Adrian duduk di bangku taman kampus, matanya menatap sekeliling dengan penuh perhatian. Ia tahu bahwa hari-hari ini semakin terasa penuh dengan kebingungan. Semua yang ia lakukan seakan berbalik menjadi sesuatu yang lebih besar sesuatu yang ia ciptakan, namun kini sulit ia kendalikan.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai pasadena semarang
Baca
+Pustaka
Memar Termanis

Memar Termanis

- Dalam Panggilan - “Pak Andreas,” suara seorang pria di seberang sana terdengar tenang namun informatif, “Celine ada di Hangzhou. Dia memesan kamar di Shangri-La selama tiga hari tiga malam. Saya juga sudah memeriksa, tidak ada jadwal keberangkatan lain setelah itu.” Andreas mengangguk kecil, meskipun lawan bicaranya tak bisa melihat. Suaranya tegas saat menjawab, “Oke. Terima kasih.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai pasadena semarang
Baca
+Pustaka
Angkasa

Angkasa

Shh hah, pedas beb! "Semuanya beres kok. Sa, gimana sama puisi lo? Pasti Bintang langsung klepek-klepek kan?" Pandu menatap Angkasa yang kini hanya membaca buku kalkulus yang halaman sebanyak 578 itu. 'Gak pusing kan kepala lo sa?' "..." tak ada jawaban, apa Angkasa sudah pacaran dengan buku?
85.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai pasadena semarang
Baca
+Pustaka
PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

Angga, Zaki dan Dimas mengangguk lembut, menatap pada kepergian lelaki tua yang berjalan menjauh menyusuri lorong rumahnya. "Angga, rumah ini aman kan?" seloroh Dimas mengalihkan tatapannya kepada Angga yang berdiri di samping Zaki. "Aman, banyak kok teman-teman kita para pendaki yang ingin pergi ke kelereng Semeru dan menginap dulu di tempat ini. Jadi kamu tenang saja!" jawab Angga penuh keyakinan. Dimas menghela nafas panjang, "Syukurlah!" lirih Dimas nampak lega.
1026.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 576 kali sebagai pasadena semarang
Baca
+Pustaka
Asmara dalam Prahara

Asmara dalam Prahara

Amara meraih tangan ayahnya sambil berkata, "Tidak usah dibahas lagi, Pa. Amara sudah melupakan semuanya. Terima kasih Papa sudah mendukung pernikahan Amara dan Mas Bram." "Kalau waktu saya sudah senggang, nanti kami mampir ke Semarang, Pa. Sekalian, saya mau melihat perkembangan renovasi hotelnya." Bram menambahkan sembari menunduk dan menatap Amara yang membeliak tak percaya.
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 648 kali sebagai pasadena semarang
Baca
+Pustaka
Pengantin Semu

Pengantin Semu

Nyonya Yoana yang menyuruh pelayan nya untuk membungkuskan makanan yang masih layak tersebut untuk Selena dan Seina makan nanti. Gurame asam manis, sapi lada hitam, ayam goreng mentega, udang saus tiram, lobster lada hitam, beberapa buah buahan, dan aneka cemilan lain nya. Sedangkan menu Italia dan Eropa lain nya mereka memang tidak mau membawa nya. Pak Andy mengantar mereka sampai ke rumah. Sebelum berpisah, Selena dan Seina berpelukan dengan adik nya. Kini, adik nya telah mempunyai keluarga sendiri sekarang.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai pasadena semarang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status