Kutukan Perjaka Tua
Jangankan bertemu, video call dan berkirim pesan pun kami tidak diperbolehkan.
"Tenang, Yas. Semua persiapan sudah seratus persen. Besok kita berangkat ke Semarang," kata Papa. Selain Mama, dia adalah orang yang paling bisa kupercaya ketimbang Ezra.
Namun, seburuk-buruknya Ezra, sedingin apa pun hubungan kami sebelumnya, begitu tiba di Semarang dan menginap di hotel, dia yang justru lebih banyak menenangkanku. Dia juga yang menemaniku selama menjalani serangkaian prosesi sebelum akad nikah sesuai adat Jawa.