Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Dari Masa Lalu

Suami Dari Masa Lalu

SUAMI DARI MASA LALU Part 8 Pov Bima ** "Masuk, Nak." Kujejalkan kaki memasuki rumah besar dan luas tapi bercorak kuno itu. Cat dindingnya yang berwarna putih sudah banyak yang mengelupas butuh dicat kembali. Di ruang tamu rumah itu aku disuguhkan aneka perabotan yang juga termakan usia, hanya tirai jendela dan pintu yang mengikuti model jaman sekarang.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai past times
Baca
+Pustaka
Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

Masa Lalu Yang Tidak Diharapkan

ujar Ameli dengan suara lantang. "Apa kamu juga ingin membuat nasib istrimu seperti nasibku waktu itu? kamu benar-benar tidak punya hati," imbuh Ameli. "Aku dulu meninggalkanmu karena terpaksa, Ameli," bantah Amar. "Apa? terpaksa kamu bilang? hah, sudah cukup. Tidak ada gunanya juga masih membahas masa lalu yang sudah sangat ingin aku lupakan dalam hidupku. Daripada kamu berdiri di sini lebih baik kamu temui istrimu dan lihat keadaannya! Aku tidak ada waktu untuk mengobrol hal-hal yang tidak berguna dengammu." Ujar Ameli yang kemudian masuk ke dalam mobil.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai past times
Baca
+Pustaka
Suami Dari Masa Lalu

Suami Dari Masa Lalu

Bagiku dia tetaplah laki-laki yang istimewa. "Kenapa melamun, Al?" tanya Bagas menyolek tanganku. "Aku lagi berpikir tentang Mas Pras," jawabku jujur. "Ada apa dengan Mas Pras?" tanya Bagas lagi. "Aku sedang berpikir bagaimanakah keadaannya sekarang?" "Bagaimana keadaannya sekarang? Maksudmu?" "Aku bertemu dengannya dua puluh tahun yang lalu. Jika sekarang aku kembali ke masa sekarang, itu berarti saat ini Mas Pras telah sedikit lebih tua. Seperti apakah wajahnya?"
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai past times
Baca
+Pustaka
Dibalik Bayangan Masa Lalu

Dibalik Bayangan Masa Lalu

"Sebentar..." "Menurutmu apa waktu yang menyenangkan itu?" tanya Adina bangun dari kursinya. " Sebuah pesta liar? Berbagi Susan atau salah satu penggemar yang selalu menempel padamu? Sebuah pesta liat setiap malam, dan Bobby juga boleh mengundang teman-temannya?" "aku tahu apa yang terjadi malam ini terlihat buruk, Adina. Tapi..." "Memang!" Potong Adina.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai past times
Baca
+Pustaka
Diburu Masa Lalu!

Diburu Masa Lalu!

“Menurut kakak, apa baik menjalin hubungan dengan orang baru, tapi belum bisa melupakan masa lalu?” Erina terdiam mendengar pertanyaan sang adik. Pertanyaan Aruna mengisyaratkan sebuah penjelasan bahwa sangat menyakitkan ketika kita hidup dengan seseorang, tapi ia masih terpaku pada masa lalu. Erina juga teringat akan perjodohan yang direncanakan orangtuanya. Jika Aruna saja yang sudah saling mengenal, tersakiti begitu dalam. Bagaimana nasib ia yang belum mengenal sama sekali calon suaminya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai past times
Baca
+Pustaka
Menutup Pintu Masa Lalu

Menutup Pintu Masa Lalu

Siang itu, aku kembali ke meja kerjaku untuk membereskan barang-barang. Di atas meja masih terletak pajangan kecil berbentuk planet yang dulu diberikan oleh Peter saat lulus kuliah. Waktu itu, dia bahkan bersumpah dengan penuh keyakinan bahwa akulah seluruh dunianya. Aku tersenyum miris, lalu menatapnya sekali lagi. Lalu akhirnya memutuskan untuk tetap membawanya pergi.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai past times
Baca
+Pustaka
Melepas Masa Lalu

Melepas Masa Lalu

"Kamu sudah lupa? Kita pernah mendaki gunung bersalju bersama, menyaksikan matahari terbit dan terbenam, begadang semalaman di hotel ...." "Kita memiliki begitu banyak kenangan indah, kamu melupakan semuanya? Kamu rela menghapus semua kenangan indah kita selama sepuluh tahun ini?" "Gavin!" Dia berteriak dengan putus asa sambil memeluk Gavin. Namun, Gavin hanya menjawab dengan nada datar, "Nggak lupa." Justru kenangan indah itu adalah bukti dari betapa kacaunya hidupnya sekarang!
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai past times
Baca
+Pustaka
Masa Lalu Yang Belum Usai

Masa Lalu Yang Belum Usai

tanya Bi Ida lagi, penasaran dengan apa saja yang Namira lakukan hari ini, yang sempat membuatnya kelabakan saat pulang tak menemukan sosok wanita itu di dalam rumah. “Kita hanya ngobrol biasa,” jawab Namira seadanya. “Tapi beberapa kali dia terus menyinggung waktu pacaran dulu, kayak pengen buat aku nostalgia sama kenangan-kenangan waktu itu.” Bi Ida mengaduk teh yang masih panas menggunakan sendok kecil yang sengaja ia bawa. “Iyan sepertinya memang ingin kembali menjalin hubungan sama Mbak, deh,” ucap wanita itu mengungkapkan sudut pandang yang juga Namira tangkap seperti itu.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai past times
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN MASA LALU

PEREMPUAN MASA LALU

Aku mohon, Ya Allah,' batinku. Aku kemudian mengajak Mei cerita banyak hal karena jika terus membatin hanya akan menambah luka. Ia mulai bercerita tentang apa saja, bahkan sesuatu yang sudah kami alami. Mengenang masa lalu memang begitu menghibur terlebih saat kejadian-kejadian lucu entah di warung, sekolah dan lain-lain. Cerita apa pun itu yang penting bisa melupakan pada masalah yang sedang dialami walau sejenak.
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai past times
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status