Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Aku menunjuk tiga orang yang duduk sambil berpegangan erat di atas lanting yang kian menjauh itu. "Kok Adek gak ikut?" "Takut!" ujarku bergidik ngeri. "Gitu aja takut," ledeknya. "Mumpung debit sungai masih naik, Dek. Kalo airnya surut, gak bisa naik lanting." Aku hanya mengerucutkan bibir mendengar komentarnya. Mas Adry lalu memanggil joki lanting. Setelah bernegosiasi masalah harga dengan sang joki, mas Adry kembali bertanya apakah aku mau ikut.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai patung pancoran loncat
Baca
+Pustaka
Terjebak di Pangkuan Pria Lumpuh

Terjebak di Pangkuan Pria Lumpuh

Pria sangar itu nampaknya tidak menyadari keberadaan CCTV yang terpasang di seluruh ruangan. Hingga dengan secepat kilat, pria itu berhasil melayangkan tamparan keras di pipi mulus Dinda. Plak! "Aww!" Dinda langsung memetik kesakitan. Saking kerasnya tamparan pria berwajah sangar itu, membuat tubuh Dinda hilang hilang keseimbangan sampai jatuh di atas lantai.
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai patung pancoran loncat
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

Maha suka nggak ada akhlak kalau menyimpulkan. “Mau jadi patung jangan di sini, deh, besok-besok lagi. Langsung ke bawah patung pancoran, beli pilok warna silver. Jadi manusia silver terus joget-joget di sana.” Di respon oleh Baraja. Pulung menoleh dan bengong. Kenapa bisa putranya tertawa serenyah itu. Hari ini ada apa, sih? Kok Bara banyak ketawanya timbang rewelnya?
1.518.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai patung pancoran loncat
Baca
+Pustaka
DANURWENDA - Rahasia Putri Senapati

DANURWENDA - Rahasia Putri Senapati

Begitu turun, Pancaka langsung mencari tempat nyaman untuk membaringkan dirinya. Sementara si Jalu sudah terbang tinggi lagi setelah sedikit berbasa basi dengan Tuan Mudanya. Kemudian Danurwenda menghampiri Pancaka yang terkapar seperti orang mabuk. "Kau baik-baik saja?" Pancaka tidak segera menjawab, dia mengatur napas dengan memejamkan mata. Kepalanya memang terasa pusing akibat perahu yang berputar-putar ditambah saat terbang dengan si Jalu tadi yang sangat cepat membuat perutnya terasa mual.
9.932.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai patung pancoran loncat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status