Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

hujaman puluhan panah Raksasa yang sebesar dua kali lipat tombak senjata manusia melesat bertubi -tubi kadang dia bisa menghindarinya tapi juga tak sedikit yang menghujam punggungnya. Tanpa menghiraukan Rasa sakit ditubuhnya dia tetap berlari Hingga sampai akhirnya dia melihat perbatasan Dwarawati yang berupa sungai besar dan berpangkal curam yang bernama Air Terjun Grojogan sewu tanpa pikir panjang Pancatyana melompat kearah air terjun yang juga wilayah dwarawati itu dan
7.6K viewsOngoingAdded to Library 241 Times as patung pancoran loncat
Read
+Library
Castle

Castle

Aku merasa bahagia hanya dengan melihat pemandangan seperti ini. Di tengah-tengah halaman terdapat pancuran air tapi tidak mengeluarkan air. Pancuran itu dihiasi oleh beberapa patung kuda dengan gaya yang sedang berlari. Terlihat indah dan mewah. Terdapat kolam yang memutar mengelilingi patung-patung kuda untuk menampung air tersebut. Aku mendekati pancuran itu. Um, menjijikkan! Genangan air di dalamnya berwarna hitam, lumut di sekitarnya sangat tebal. Jika aku menyentuh air itu, mungkin akan terasa kental dengan beberapa serangga yang menempel di tanganku. Aku benar-benar tidak sanggup hanya dengan membayangkannya.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as patung pancoran loncat
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Sebuah pelabuhan kecil, tempat bersandar kapal-kapal kecil seperti perahu nelayan, ketingting atau perahu penumpang berkapasitas hanya 20-an orang, serta speedboot milih Polair yang selalu digunakan untuk berpatroli. Jam sudah menunjukkan pukul 16.09. Mereka turun dari mobil sewaan mereka dan masuk ke dalam sebuah warung makan sederhana. Ronco kali ini tidak ada di warung bersama rombongannya. Ia sedang mencari penyedia jasa perahu sebagaimana janji yang sudah dibuat sebelumnya dengan pemilik perahu itu. “Pak Ketua, boleh gua aja yang nelpon Wandi ga? Gua penasaran soalnya. Gua pingin dengar suaranya yang katanya lagi sakit itu. Beneran sakit ga do’i?”
109.0K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as patung pancoran loncat
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

Cahaya hijau yang sebelumnya menyinari lorong-lorong kini digantikan oleh api biru kecil yang menari di dinding. Ketika mereka akhirnya mencapai dasar tangga, mereka menemukan sebuah ruangan besar dengan lantai batu yang berlapis simbol-simbol aneh. Di tengah ruangan, ada sebuah altar dengan mangkuk besar berisi cairan hitam pekat yang memancarkan bau busuk. “Apa ini…?” bisik Lila, menatap altar itu dengan ngeri.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as patung pancoran loncat
Read
+Library
Teman Seranjang

Teman Seranjang

" Norita mengingatkan. Anita pun tersenyum malu-malu. "Segera setelah aku berhasil mencapai puncak dengan kedua tangan aku." "Mencapai puncak? HAH! Apa gak terlalu lama? Kamu mulai dari staff, untuk mencapai puncak itu butuh bertahun-tahun loh." protes Norita. "Aku ingin memberikan yang terbaik untuk Anita. Jadi ... aku tak mau tergesa-gesa. Lagipula, aku dan Anita masih muda, Ma."
107.7K viewsCompletedAdded to Library 276 Times as patung pancoran loncat
Read
+Library
Pendekar Cahaya

Pendekar Cahaya

Baroto turun dari kereta, Bagaskoro sudah menyambutnya bersama Ki Lurah Gondomayit. “Hahaha, apa kabar Sobat lama, bersemangat sekali kau tampaknya, acara belum dimulai, kau sudah berkeliaran di sini.” Bagaskoro menjabat tangan Baroto, lalu mengajaknya ke gardu pandang. Walaupun gardu pandang itu memiliki tangga untuk menaikinya, Bagaskoro tidak menggunakannya, ia menarik nafas panjang dan kemudian meloncat bagaikan rajawali yang terbang langsung masuk ke dalam ruang gardu pandang. Baroto tidak mau kalah, ia menekuk kedua kakinya kemudian melompat mirip seekor kodok lengkap dengan suaranya ‘krroookk’. Bagaskoro memujinya, “Hebat! Ilmu kodokmu maju pesat sobat.”
1019.0K viewsCompletedAdded to Library 627 Times as patung pancoran loncat
Read
+Library
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

"Ini bukan bocor lagi, ini air terjun Niagara versi lite!" Rangga berlari masuk membawa panci soto (pinjaman Bu Tejo yang belum dikembalikan). Dia menaruh panci itu di titik bocor baru di dekat lemari baju. TING! TING! TING! Suara tetesan air yang menimpa panci dan ember menciptakan orkestra sumbang yang bikin stres.
10976 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as patung pancoran loncat
Read
+Library
Tawanan Pria Setengah Dewa

Tawanan Pria Setengah Dewa

Luka bekas gigitan dan cakaran di tubuh Kingston terlalu besar menyebabkan kemeja yang sempat kusut di luar kesengajaan Pandora terkoyak lebar. Kingston terlihat sangat kacau. Dengan kondisi seperti itu cukup kesulitan mengangkut jaguar. Namun dia tak lantas menyerah sampai berhasil membawa jaguar itu pergi—menaiki satu persatu undakan tangan menuju salah satu lift, yang ntah – ntah baru Pandora sadari setelah tanpa sengaja melanggar aturan. Lift terletak terlalu ujung di lantai dua sayap kanan manison. “Tidakkah lebih baik kau obati lukamu dulu?”
1042.2K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as patung pancoran loncat
Show Reviews (39)
Read
+Library
Susi_miu
Season dua: Series Demigod sudah tersedia di aplikasi, ya. Lanjutan kisah Hores dan Avanthe (Passionate Devil: Selir yang Terluka) sudah bisa dibaca. Silakan klik profilku atau langsung cari judul tersebut.
Nami chan
ini lebih dark di awal2 drpd kisah theo & rose.. krn awalnya bukan dimulai dr cinta. Tp yg aku suka, kisah disini sang ayah walau nikah lg, tp ga bego, syg bgt sama anaknya.. aku udh selesai baca. makasih sehat selalu buat semua
Read All Reviews
Tahanan di Ranjang Sang Letnan

Tahanan di Ranjang Sang Letnan

Ben berbisik sambil memeriksa kekencangan pelana. "Jalur Parangtritis dipenuhi oleh pos pantau liar. Wiratama pasti punya telinga di setiap kedai kopi di sepanjang jalan itu." Pieter membantu Cempaka naik ke atas pelana kuda berwarna cokelat gelap. "Maka kita tidak akan lewat jalan setapak. Kita akan membelah hutan jati hingga mencapai tebing laut. "Mereka tidak akan menyangka kita nekat menuruni jalur berbatu di tengah malam."
104.5K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as patung pancoran loncat
Read
+Library
Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat

Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat

Namun, pemuda itu tidak mengucapkannya, karena tidak lama kemudian patung berkepala kelinci setinggi tiga meter akhirnya bergerak. Patung itu mengangkat wajahnya. Ekspresi penuh senyum yang dibuat oleh pemahat pada awalnya, kini menjadi penuh pemandangan horor. Mata kanan si patung yang berwarna merah tiba-tiba bersinar lebih gelap, dan detik berikutnya sebuah energi kuat dengan warna senada ditembakkan dari mata kanan itu. Sasaran yang dituju adalah orc putih yang baru saja berdiri setelah terlempar beberapa waktu lalu.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as patung pancoran loncat
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status