PELUKAN BERDARAH
“Obat ini tidak berwarna, tidak berbau. Campurkan ke setiap minuman yang ada di rumah—air, teh, bahkan kopi mereka. Dalam waktu singkat, tubuh mereka akan melemah, tidak berdaya. Saat itu, kita bisa melakukan apa pun yang kita mau.”
Nayla menatap bungkusan kecil itu. Tangannya sempat bergetar saat menerimanya. Ada sesaat di mana rasa ragu menyeruak—terbayang wajah Arya yang tadi begitu lembut menjaganya. Namun, ia segera menggenggam erat kantong itu, menyingkirkan semua perasaan yang tak seharusnya ada.
“Baik,” jawabnya pendek.
Bab Populer