Fragile Heart
Pelayan itu menundukkan kepalanya, lalu pamit undur diri dari hadapan Jelena.
Jelena mengumpulkan perlahan pecahan beling yang berserakan di lantai, tetapi tiba-tiba saja jemarinya tertusuk oleh beling—refleks, Jelena merintih. Darah menetes jatuh ke lantai.
“Aww, ck! Jelena kau benar-benar ceroboh,” gerutu Jelena kesal pada dirinya sendiri.
Jelena mengembuskan napas panjang. Raut wajahnya berubah memancarkan sesuatu hal di sana. Dia diam membisu, tak berkata apa pun—di kala perasaannya merasakan sebuah rasa yang tak nyaman.