Gerimis Bulan Desember
“Cep-cep, sabar ya, Dek. Mas Inu masih mengabdi ke istri pertama nih. Menikmati jalan-jalan yang dibayar.”
“Apa sih,” ucapku aneh.
Serius ya, pekerjaan Inu tuh gimana sih? Aku nggak paham detailnya dia ngapain aja. Semua yang digambarkan Inu cuma yang umum-umumnya saja. Ngumpul, olah raga bersama, piket yang artinya sibuk seharian, latihan, dan sekarang jalan-jalan dibayar? Semacam pekerjaanku dong, ya!