Susahnya Jadi Mas Joko
“Hehehe.., sori, biasalah, namanya saja bahasa para buruh pabrik. Kawan-kawan kerjaku di sini memang ngomongnya begitu, Ko. Sedikit-sedikit, ngomong jorok. Kesal sedikit, ngomong jorok. Capek sedikit, ngomong jorok. Paling sering disebut adalah anxjing, lalu bxabi, tapi yang paling sering lagi adalah benda-benda yang ada di selangkangan.”
Aku tersenyum, lalu memindahkan posisi ponselku dari telinga kanan ke telinga kiri. Sebentar angin bertiup dari arang tenggara, mengembus muka dan rambutku yang berdiri di tepi pagar pembatas rooftop gedung Benua Trada.
“Ngomong-ngomong, di tempat kerja kamu, kalau misalkan kamu lagi kesal, kamu bisa ngomong jorok, Ko?” tanya Alex kemudian.
Bab Populer