Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

kata Dion pelan. Aku menatapnya penuh harap. “Serius?” “Iya. Aku juga pengen ngerasain capeknya kamu,” ujarnya sambil tersenyum kecil. Aku tertawa ringan, “Siap, tapi jangan ngeluh ya kalau tanganmu panas kena minyak.”
688 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
paskelas7 tp2021
keren saya suka ceritanya, kejutan-kejutannya. bikin penasaran dan abis kejutan inikejutan apa lagi ya. memanusiakan manusia. memberi pelajan yang berharga dan patut ditiru kita g boleh menilai seseorang dari penampilan saja, g boleh menyamakan masa lalunya sama dengan sekarang.
Nurul Khomsiyah
Buku ini keren, alur cerita menarik dan tidak monoton. Rekomendasi buat yang suka cerita novel yang menarik dan berbumbu islami teman-teman. Tokoh dalam cerita yang saya kagumi yaitu mas Fariz :) Thanks banget buat kak author *Dwrite* Semangat terus tuk nulis buat kita-kita para readers ya kak. ;)
Baca Semua Ulasan
PELAKOR ITU KAKAK IPARKU

PELAKOR ITU KAKAK IPARKU

Yang pasti tidak akan berhenti meledek dan menggodaku. Semua orang mulai menikmati suara gitar dan suara merdu milik Pak Rayhan. Suasana menjadi sangat syahdu. Mereka bahkan mulai menggerakkan badan dan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Malam ini terasa sepi tak ada yang menemani Seperti malam-malam yang sudah-sudah Hati ini selalu sepi tak ada yang menghiasi Seperti hati ini yang selalu pupus
9.912.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 412 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Desa Ranu Pani. Seorang gadis muda sedang mengayuh sepeda tua, membawa dua anak kecil yang terlihat mirip dengan seragam sekolah dasar yang mereka kenakan. Yora dan Yoga, anak kembar yang berusia sepuluh tahun, meskipun mereka kembar tapi Yora memiliki tubuh yang lebih besar dari kakak kembarnya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
PERSETAN!

PERSETAN!

Dalam hati aku tergelitik untuk meneruskan ‘permainan’ ini sedikit lagi. “Ayo kita ke kantor,” ajak mas Naren sambil bersiap-siap. Aku jadi heran. “Kok ke kantor? Bukannya tadi mas Naren mau bicara dengan papi mami?” “Iya, nanti aku yang bicara sendiri. Kalau ada kamu, suasananya jadi lain.” Oh… … Ketika kami akan naik mobil di halaman, Radit muncul. “Pasangan culun mau ke pasar…” celetuknya menirukan irama topeng monyet!
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
Playgirl Kelas Teri

Playgirl Kelas Teri

Kali ini kami akan bermain jembatan monyet. Ada kolam lumpur yang sengaja di buat. diatasnya ada dua tali, satu untuk pijakan kaki, satunya lagi untuk pegangan. Kami harus melewati kolam tersebut dengan tali itu. Yang terjatuh otomatis akan mandi lumpur. Permainan di awali dengan urutan nama di absen. Untung nama ku berada di urutan bawah. Riuh suara tawa saat ada anggota yang terjatuh. Rata-rata yang terjatuh, yang memiliki kelebihan berat badan.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
23.14

23.14

Cerocos orang diseberang sana, yang tak lain dan tak bukan, adalah Piel. "Ana mau main, udah didepan rumah mamang, sama si Jidat,Edan, Kafi, Alfi sama temen Ana yang lainnya. Boleh kan?" "Buka pintunya, cepet mang!!!! Kebelet boker nih gue!" Teriak Zeldan ikut berbicara. "Buset dah, bocah! Langsung pada masuk aja kalo gitu." Suruh Piel lalu ana memutuskan sambungan teleponnya.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai pel pelan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status