Pembantu Rasa Nyonya
ucapnya sambil memeluk badanku yang sudah dibungkusnya dengan selimut.
"Kalau dibungkus seperti ini, aku tidak bisa gerak," keluhku. Aku berusaha mengurai selimut.
"Yang tadi sudah mengobati rasa kangenku. Jangan sampai dengan membukanya, membuatku kebablasan," bisiknya.
Dipeluknya badan ini dan akupun pasrah terkungkung dalam gulungan selimut ini, sampai pagi.
Suamiku ... suamiku ....
***