Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Di rumah bersama roh mayit. "Belum selesai. Upacara seratus hari(nyatus dina), untuk memberikan penghormatan terhadap ruh yang sudah berada di alam kubur. Selamatan seratus hari berfungsi untuk menyempurnakan semua hal yang bersifat badan wadag. Selamatan mendhak pisan untuk menyempurnakan kulit, daging, dan jeroan. Selametan mendhak pindho berfungsi untuk menyempurnakan semua kulit, darah dan semacamnya yang tinggal hanyalah tulangnya saja. Di alam kubur ini ruh masih sering pulang ke rumah keluarganya sampai upacara selamatan tahun pertama dan peringatan tahun ke dua. Ruh baru tidak akan kembali ke rumah dan benar-benar meninggalkan keluarga setelah peringatan seribu hari," sambung Mbok Ju
9.544.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 938 kali sebagai pembagian thaharah
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Lana beralih ke halaman berikutnya: "Item kedua, standarisasi ritual bantuan." Pada hari pembagian bubur, pola Matahari Red Tide telah sepenuhnya diganti dengan desain baru. Di setiap titik distribusi, sebuah frasa harus dibacakan dengan lantang: "Red Tide berbagi dinginnya musim dingin dengan kalian semua." Dia mengangkat kepalanya dan menatap kerumunan: "Orang-orang mulai mengasosiasikan bendera Red Tide dengan kelangsungan hidup. Ini adalah langkah pertama yang paling penting dalam infiltrasi budaya."
9.78.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai pembagian thaharah
Baca
+Pustaka
Sorry, I Love You

Sorry, I Love You

Upacara Tingkeban sendiri memiliki tata cara dari sungkeman, siraman, sesuci, pecah pamor, brojolan, sigaran, nyampingan, luwaran dan simparan, wiyosan, kudangan, kembulan dan unjakan, kukuban, rencakan, rujakan, dan dhawetan. Azura dimandikan dengan air kembang yang bertujuan untuk bayi dalam kandungan bisa lahir sehat dan selamat.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai pembagian thaharah
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Setelahnya aku meninggalkan mereka semua yang masih mengitari Pak Tamin. Gegas ke kamar untuk mengambil baju salinan yang bersih. Selanjutnya menuju kamar mandi. Mencuci wajah lalu melakukan ritual 315. Byar Byur Byar Tiga guyuran air dari gayung. Lanjut satu sapuan sabun cair ke seluruh area terpencil dan .... Byar Byur Byar
9.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai pembagian thaharah
Baca
+Pustaka
ISTRI TANPA NAFKAH BATIN

ISTRI TANPA NAFKAH BATIN

Ustadz itu mengusap wajahnya pelan, lalu menghela nafas panjang, sebelum akhirnya membuka suara. " On*n* atau sering disebut kebiasaan kaw*n tangan, jumhur ulama mengharamkannya, dan inilah yang benar. Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menyebutkan orang-orang Mu’min dan sifat-sifatnya berfirman dalam surat Al-mu'minun ayat 5 sampai 7, 'Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki ; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." Ustadz itu terdiam sejenak lalu menatap Mas Hendra lalu melanjutkan lagi penjelasannya.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai pembagian thaharah
Baca
+Pustaka
ISTRI BADUNG DITAKLUKKAN USTAZ RUPAWAN

ISTRI BADUNG DITAKLUKKAN USTAZ RUPAWAN

"Nah, dengarkan dulu sampai selesai." Azkio melanjutkan memberi tahu tata cara mandi tobat berikutnya. Yaitu membasuh kemaluan serta badan. Lalu mengambil wudhu, cuci pergelangan tangan-kaki, membasuh sela-sela rambut, menyiram air ke kepala, membasuh seluruh badan, dan terakhir basuh kaki hingga sela-sela jarinya. Buset, ribet banget, batin Zivanka.
9.933.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 899 kali sebagai pembagian thaharah
Baca
+Pustaka
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

BAB 60: Ritual Pemurnian Kosmik Part 1 — Awal Getaran Kosmik Setelah kedamaian di Sarang tercipta, Aaron dan Ilham berdiri di tengah medan energi yang kini tenang namun tetap hidup. Gelombang cahaya lembayung masih memantul di udara, membentuk riak yang seakan bernyanyi dengan irama halus. Mereka tahu, kedamaian ini bukan akhir, tetapi awal dari ritual yang jauh lebih besar—Ritual Pemurnian Kosmik yang akan menentukan keseimbangan seluruh alam semesta.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai pembagian thaharah
Baca
+Pustaka
NAFKAH YANG TERBAGI

NAFKAH YANG TERBAGI

Ratri dan Saga mengernyit, mereka menatap Rumiah dengan serius. "Masa sih? Mungkin kamu hanya berhalusinasi saja. Sebaiknya kamu bereskan dulu pecahan botolnya lalu istirahat, ini sudah malam," imbuh Saga tampak kesal. Rumiah mengangguk, ia kemudian membersihkan pecahan botol dan obat cair yang tercecer itu. Kemudian Rumiah berjalan cepat ke kamarnya yang ada di belakang.
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pembagian thaharah
Baca
+Pustaka
DIKIRA SOPIR TERNYATA PUTRA PRESDIR

DIKIRA SOPIR TERNYATA PUTRA PRESDIR

“Sama halnya dengan kandungan dalam kitab fikih, yang pada bab awal, para fukaha selalu membahas taharah, bersuci. Karena bersuci dalam Islam sangatlah penting. Dan warna putih selalu mengingatkan aku betapa pentingnya kebersihan dalam kehidupan kita sehari-hari.” Rabbani terlihat serius menyimak penuturan Adiba. Pelayan yang tadi membersamai Adiba dipanggil Sarah dengan lambaian tangan tanpa suara. “Hm ... begitu, ya?” Adiba mengangguk. “Waktu di Inggris banyak belajar ilmu agama juga?” “Iya. Salah satu senior aku anak Filsafat, tapi beliau salah satu putri kyai besar di Jawa Timur. Aku banyak belajar dari beliau.”
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai pembagian thaharah
Baca
+Pustaka
Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Perintah Meira ketika Meira sudah tampak jauh. "Baik, Yang mulia." Rodiah meneguk ludahnya ketika ia menatap kembali mayat segar yang tergeletak begitu saja setelah digantung. "Kalian berbagi tugas dengan membuat kelompok. Kelompok pertama membersikan mayat, kelompok dua membersihkan ruang dan kelompok tiga menyatukan kepala dan badan Nyonya Rana!" perintah Rodiah yang kemudia diangguki dengan semua pelayan.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai pembagian thaharah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status