Gairah Terlarang: Menjadi Boneka Pemuas sang Presdir
Namun, rasa bersalah dan malu tetap mengintai di sudut hatinya.
Dia kembali bersandar di sofa, memejamkan mata sejenak. Pikirannya berusaha mencari cara untuk membalas kebaikan Reval. Dia tidak ingin terjebak dalam hutang budi yang berkepanjangan . Tetapi untuk saat ini, dia hanya bisa berterima kasih dalam hati.
Ponsel Naura bergetar lagi. Kali ini, sebuah pesan dari Amira masuk.
[Terima kasih, Mbak Naura. Aku nggak tahu harus gimana kalau nggak ada kamu, Mbak. Semoga Tuhan membalas kebaikan Mbak Naura.]