KARMA
"Makasih ya, Rey."
"Gue nggak janji ini bisa mengembalikan kejayaan lo seratus persen, tapi setidaknya ABL masih bisa bertahan," ucap Reyhan aku mengangguk. "Terimakasih, dalam keadaan seperti ini pun, elo tetap ada buat kasih gue support dan mau bantu gue," ucapku.
"Sama-sama, Ngga."
Derrrttttt …..!"
Ponselku tiba-tiba bergetar. Nomor yang tadi. Aku pun langsung mengangangkat panggilan itu dan menyalakan pengeras suara supaya Reyhan dapat mendengar.
Hot Chapters