Perjanjian Leluhur
Sabar sabar, batin pendekar berselendang ungu, dilihat dari perawakannya pasti pejantan tangguh.
"Ngaku cinta tanah air tapi bangga pake bahasa luar! Biar keliatan hebat di depan gue? Alay tahu gak lu? Cinta tanah air bukan cuma bacot! Kalian pasti imigran gelap di Bukit Penamburan, mendingan segera pulang!"
Pendekar berselendang merah keluar dari persembunyian dan mendampratnya, "Hei, pemuda sinting! Aku bisnis butik sudah bayar upeti! Jadi apa hakmu mengusirku?"