Petaka Puber Kedua
"Eh, maaf, Tante gak nyambut kamu. Silakan duduk dulu! Maaf, kenapa Fitra bisa diantar kamu?"
"Iya, Tante. Kenalkan, saya Sahal, saya kakaknya Nina, teman Fitra. Tadi, kebetulan saya lewat dan melihat Fitra diganggu preman. Jadi, saya tolong dan saya antar. Dia nangis karena tadi pas di jalan dia melihat papanya bersama orang lain, kalau gak salah katanya sama Sintya," terang pemuda itu dengan penuh hormat.
Keterangan pemuda itu membuatku serasa dihantam batu. "Ya Allah, tega sekali kamu, Mas! Sampai hati kamu menelantarkan anakmu demi Sintya. Apa sebenarnya yang terjadi denganmu, Mas?"
Hot Chapters