Jangan, Mas. Nanti Ketahuan!
ucap Ibu Nadia pelan, suaranya sarat dengan keraguan yang selama ini ia tahan.
Ayah Nadia yang tengah membuka kancing kemejanya di dalam kamar pun berhenti sejenak. “Hubungan dekat? Maksudnya gimana?” tanya Ayah Nadia dengan kening yang sedikit berkerut.
Setelah mereka duduk di dalam kamar yang tenang, Ibu Nadia menghela napas panjang, berusaha mencari kata-kata yang tepat. “Iya, dekat, Pa. Maksud Mama, interaksi mereka itu nggak kayak kakak ipar sama adik ipar biasa. Tapi kok... rasanya kayak lihat sepasang suami istri... intim,” ucapnya lirih, nyaris seperti bisikan yang takut didengar oleh siapa pun di luar sana. Ia kemudian menjatuhkan tubuhnya ke sofa empuk, rasa lelah dan bingung berca
Hot Chapters