Betty da Jogja
“Ya penting dong, Pi. Kalau tidak, buat apa sampai menghiba kayak pengemis gini, Tapi, sudahlah. Tidak jadi kalau begitu.”
“Eit, begitu saja ngambek, kayak emak-emak kehabisan uang belanja,” balas Pak Handoko, menahan senyum. “Ya sudah. Papi kasih waktu sepuluh menit.”
“Ogah. Mau curhat kok dibatesi, kayak rentenir. Mending curhat sama tembok, sama-sama tidak ada manfaatnya. Gratis dan lebih dihargai.”
“Ye, becanda kali Ndre. Kayak tidak tahu Papi saja,” Pak Handoko senyum terkekeh. “Sudah, buruan!”
Bab Populer