Cinta Pengganti
Selagi tidak ada Elok atau Lex bersamanya, Kasih bisa bermain game di ponsel dengan sesukanya.
Gilang berdecak. “Heh, kalau Om manggil itu dilihat!”
Kasih meringis dan menatap sebentar pada Gilang. “Nanti mati, Om. Jadi, ngomong aja, aku dengar, kok.”
Kembali, Gilang berdecak, tetapi tidak bisa marah pada gadis itu. “Kas, Om mau nikah sama tante Kiya.”
“Om, kan, belum jadi CEO,” jawab Kasih terus memainkan ibu jarinya di atas layar ponsel Gilang. “Kenapa mau nikah sama tante Kiya?”