Sang Penggoda
Mahasiswi antick itu juga sempat ragu untuk menggunakan kartu itu atau tidak, tetapi ia tidak sempat memakainya karena kedatangan seseorang yang membuat harinya cukup cerah.
“Memangnya kakak belum makai kartu itu? kalau gitu buat aku aja, aku mau beli barang yang banyak,” Rindu menunjukkan telapak tangannya pada Rinjani.
“Enak aja! kita kan sama, mana boleh kayak gitu,” Rinjani menampar telapak tangan adiknya dengan lembut.
“Aku kan cuma bercanda, gitu aja marah! Tau ah capek,” Rindu beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju kamarnya.