Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Berselingkuh ketika Suamiku Berselingkuh

Aku Berselingkuh ketika Suamiku Berselingkuh

Dengan perasaan campur aduk, Vionna mulai mengetik. Jarinya bergerak perlahan di atas keyboard, memunculkan kata demi kata yang mulai membentuk kalimat-kalimat berarti. Tulisannya terdengar seakan mengalir dari lubuk hatinya, mengungkapkan rasa dan pemikiran yang terpendam. Suara ketukan jari di keyboard mengisi ruang, sesekali diselingi oleh helaan nafas panjang, menandakan betapa fokusnya Vionna dalam menulis.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai penulisan kata di
Baca
+Pustaka
Penyesalan Terbesar Mantan Suamiku

Penyesalan Terbesar Mantan Suamiku

Dia sudah membaca hal-hal ini cara kau membaca bahasa yang masih kau pelajari, dengan hati-hati, tanpa berasumsi dia sudah sepenuhnya memahaminya. Dia membuka sebuah pesan. Dia memasukkan alamatnya di kolom itu. Itu tindakan yang disengaja, gerakan spesifik milik seseorang yang sudah memutuskan untuk meraih ke arah sesuatu. Dia menulis apa pun yang dia tulis, dan baginya itu berarti dia sudah memikirkannya matang-matang, sudah sampai pada kata-kata, sudah melangkah cukup jauh di jalur itu hingga kata-kata itu ada.
479 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai penulisan kata di
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ujung jariku memutih. Aku menulis satu baris kalimat tunggal. Huruf kapital. Tebal. Tanpa ragu. TULISAN YANG BERHASIL BUKAN YANG MAMPU MENGUBAH SISTEM SECARA INSTAN. Aku menarik garis di bawah kalimat itu. TAPI TULISAN YANG MEMBERI ORANG LAIN BAHASA UNTUK MULAI MELAWAN. Aku menatap tulisan tanganku sendiri. Tinta hitamnya masih basah, berkilau di bawah lampu ruangan.
9.471.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai penulisan kata di
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

“Enggak, cuma empat kata. Kan elu bilang, tulis apa yang ada di kepala gue!” “Lah, iya, bener. Artinya itu ide kamu sendiri, Mbak. Emang kamu nulis apa kok cuma empat kata?” “Ya gue tulis aja, RAMBUT, UBAN, KUTU, sama KETOMBE! Kan itu yang ada di kepala gue!” “Innalillahi … Oh Tuhan, tolooong … hamba butuh sianida!”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai penulisan kata di
Baca
+Pustaka
Kelemahanku kekuatan untuk bertahan hidup

Kelemahanku kekuatan untuk bertahan hidup

Memakai Bentuk Present Tense Hasil pengamatan ketiga menunjukkan bahwa Paulus selalu menuliskan kata anakainoō dalam bentuk present tense. Jika digabungkan dengan hasil pengamatan yang kedua, maka kita dapat menyimpulkan bahwa kata kerjanya selalu ditulis dalam bentuk present passive.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai penulisan kata di
Baca
+Pustaka
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

Raka terkekeh kecil. “Coba sini, Mas lihat.” Anaya sempat ragu, tapi menyerahkan laptop juga. Raka duduk di sampingnya, menatap layar dengan serius. Beberapa menit kemudian, ia mulai mengetik, cepat, rapi, tanpa ragu. “Kalimat ini sebaiknya jangan pakai kata ‘menurut peneliti’, ganti dengan ‘peneliti berpendapat’. Terus, bagian ini terlalu panjang, coba pisah jadi dua paragraf.”
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai penulisan kata di
Baca
+Pustaka
 SUAMIKU SELINGKUH DISAAT AKU BARU MELAHIRKAN

SUAMIKU SELINGKUH DISAAT AKU BARU MELAHIRKAN

Ternyata aku bisa memaksimalkan ilmu itu sekarang di mana aku sangat membutuhkan untuk kepenulisan ku. Setelah mengetik banyak hampir seribu kata lebih, aku pun mengirim naskah itu langsung dari aplikasi platform tersebut. Setelah mengklik, dan naskah terkirim, ada tulisan muncul, yang menyuruhku untuk menggenapi sampai lima ribu kata dulu baru dijawab terima atau tidak naskahku. Dengan semangat yang menyala membara dalam dada, aku pun mulai merangkai kata, menjadikan sebuah kalimat dan membentuk sebuah paragraf dari cerita yang terdapat dalam diary usang tersebut. Singkat, cerita, dalam waktu empat hari, aku bisa menyelesaikan ribuan kata itu, dan mengirimnya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai penulisan kata di
Baca
+Pustaka
MADried Couple (Indonesia)

MADried Couple (Indonesia)

elaknya lalu mengoreksi kata yang Kara tunjuk. Kara langsung meringis, ia pun mendorong kursinya sendiri sedikit lebih dekat dengan Dean agar bisa melihat tulisan Dean dengan jelas. “Nih salah lagi, ini juga, harusnya imbuhannya dipisah karena ini kata sifat, terus ini juga, harusnya lo pake huruf kapital.” tambah Kara sambil menunjuk layar komputer Dean dengan telunjuknya. “Haish… udah sana jangan gangguin gue!” usir Dean.
5.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai penulisan kata di
Baca
+Pustaka
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

Itu usul sesat Jaya kemarin saat Kael menanyakan tugas bahasa Indonesia membuat puisi bertemakan cinta. Gimana bisa nulis cinta, kalau jatuh cinta saja Kael belum tahu gimana rasanya? “Nggak boleh pake AI, Njir. Lo kan tau Pak Roni kek apa.” “Ah gue mah tetep mau pake AI. Bodo amat sama nilai.” “Siap-siap jadi bulan-bulanan di depan kelas kalau gitu.” Kael mencoret tulisannya di kertas. Lalu kembali menulis ulang. Bagaimana cara membuat kata-kata yang selaras, tidak lebay, dan tidak aneh?
1086.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai penulisan kata di
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Baca Semua Ulasan
Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

jawab Callista mantap. Senyum tipis muncul di bibir Adrian, tapi tatapannya serius. “Oke. Kita main dengan cara kita.” Kalimat demi kalimat mulai terketik. Mereka menulis dengan hati-hati, menghapus lebih banyak daripada yang mereka simpan. Bukan karena takut, tapi karena mereka tahu, setiap kata akan jadi senjata—baik untuk melindungi atau melukai. ** Sampai akhirnya, Callista meletakkan tangannya di atas keyboard. “Adrian…”
1015.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 544 kali sebagai penulisan kata di
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status