KEMBALINYA SANG RATU
Seorang perwakilan dari Peru berkata dalam forum, “Kami ingin tahu bagaimana masyarakat Buton bisa hidup berdampingan dengan hutan, tanpa menebangnya habis.”
Lintang tersenyum, lalu menjawab, “Karena kami diajarkan oleh leluhur bahwa hutan bukan tempat mengambil, tapi tempat berdialog. Hutan berbicara, dan kita belajar mendengarkan.”
Di tengah perjalanan pulangnya dari Lambusango, Lintang berhenti sejenak di sebuah bukit kecil yang menghadap ke laut. Di kejauhan, perahu-perahu nelayan melaju seperti kalimat-kalimat puisi yang menari di halaman samudra. Langit biru lembut membentang seperti kanvas yang menunggu untuk dilukis.