ELLIA
tanya Paman Hery.
“Oh, mm sepertinya masih ada,” jawab Brenda sambil merogoh saku saku di seragamnya. Kemudian menemukan satu permen karet yang dibungkus kemasan kertas warna merah.
“Tinggal satu, ambillah.” Brenda menyodorkan permen karet di telapak tangannya.
“Sungguh, tidak apa?”
“Iya, ambillah. Aku sudah capek mengunyah. Jadi untukmu saja.”
Hot Chapters