Serpihan Hati
"Papapapapa!"
Gadis kecil itu menggerakkan tangannya ke arah Ari, seolah minta untuk digendong.
"Ari, sepertinya dia menyukaimu. Dari tadi kami hanya bisa mengajaknya bermain, sebab saat diantara kami menggendongnya, dia akan segera minta turun kembali," ucap Sera.
Tanpa sadar Ari meneteskan air mata. Dia begitu melankolis, entah kenapa seperti memiliki sebuah ikatan dengan gadis kecil ini. Akhirnya dia teringat akan sesuatu. Ari mencoba mengambil ponsel di sakunya.
Hot Chapters