Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Konspirasi Cinta Pertama

Konspirasi Cinta Pertama

Membuatku gelagapan tak karuan dengan gerakannya yang tiba-tiba itu. "Hem ... minta apa?" tanyaku bingung, ikut mengangkat wajah menatapnya. "Puisi, aku minta puisi yang khusus kau buat untukku!" pintanya dengan tatapan yang terasa menembus, sampai ke dasar jiwa. "Ough ... puisi, iya, boleh!" jawabku menunduk karena tak mampu menatap sorot matanya. "Selain puisi, kamu suka apa lagi?" sambungnya.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai pertanyaan puisi
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Dia terus menjawab pertanyaan mereka satu per satu hingga kewalahan. "Wira, setelah mendengar puisimu tadi, kami langsung mendapat pencerahan!" "Kamu ini sungguh hebat, aku benar-benar nggak menyangka. Sebelumnya kami malah masih ingin bermusuhan dengan orang sepertimu." "Wira, puisimu yang cahaya bulan terang di depan tempat tidur terlihat seperti embun di tanah itu, sebenarnya inspirasimu dari mana? Bagaimana kamu bisa terpikirkan puisi ini?"
96.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221.5K kali sebagai pertanyaan puisi
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
JEJAK HASRAT

JEJAK HASRAT

Kode-kode kecil dan titipan salam melalui teman-teman mereka adalah cara mereka mengungkapkan perasaan tanpa mengucapkan kata-kata yang sebenarnya. Sania: "Pak Parman, teman saya suka sekali membaca puisi. Dia mengatakan bahwa puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan perasaan. Saya kira dia benar." Parman: "Puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan apa yang sulit diucapkan, Bu Sania."
1044.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pertanyaan puisi
Baca
+Pustaka
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Semangat sastra yang luas dan mendalam terpancar darinya! "Siapa yang membacakan puisi? Puisi telah memukau begitu banyak dunia sehingga mereka merasakan resonansi dengannya!" Leluhur dataran tinggi yang menyeramkan itu menatap dengan mata terbelalak. "Setelah bertahun-tahun lamanya terdiam, akankah seorang tokoh abadi Konfusianisme kembali turun ke dunia?"
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai pertanyaan puisi
Baca
+Pustaka
MENJADI ISTRI PENGGANTI UNTUK TUAN ADIPATI

MENJADI ISTRI PENGGANTI UNTUK TUAN ADIPATI

Sekilas mirip seperti kata kata yang dikutip dari puisi namun sebenarnya menunjukkan tempat yang sesungguhnya. Tunggu sebentar! Puisi? Mungkinkah dirinya salah mengira? Ini benar benar puisi? Xu Qingyu pun langsung membalik buku buku itu dan membaca tulisan di atasnya. Pada saat itu mata Xu Qingyu pun langsung membelalak dan dirinya berlari keluar untuk menyusul Ling Shang.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai pertanyaan puisi
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

terang Sagara sambil tersenyum canggung. “Enggak apa-apa! Lanjutkan saja!” Agus menyahut dari tempatnya yang agak jauh dari panggung. “Khusus buat siapa itu puisi, Pak?” tanya Soni sebelum Sagara mulai membacakan puisinya. “Aku tidak akan mengatakan puisi ini untuk siapa. Tapi aku berharap ia bisa tahu bahwa puisi ini hanya untuk dirinya.” Jawaban Sagara membuat semua orang berdeham heboh, kecuali Anita. Ia hanya diam dengan pandangan teduh. Memandang dalam wajah Sagara dari kejauhan.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai pertanyaan puisi
Baca
+Pustaka
Forever Hours

Forever Hours

Tak habis pikir. "Enggak pa-pa, kok. Santai aja," sahut Fira dengan senyum tipis. "Cuma ... kami tadi awalnya emang agak bingung, sih." "Jadi, itu tadi puisi kamu yang buat? Anak sastra, ya?" April meneliti, berucap setelah habis tawanya.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai pertanyaan puisi
Baca
+Pustaka
Alstroemeria

Alstroemeria

" Ah mengapa panjang sekali? Mengapa puisi ini sangat aneh? berakhir dengan musim-musim dan musim, tapi tunggu... Apakah judulnya musim? Namun karya siapa ini? Aku harus mengingatnya! "Berjudul 'Musim' karya dari Shao Xun Mei pujangga terkenal dari tiongkok dunia fana." "Kau benar, baiklah selanjutnya aku sendiri yang akan memberikan pertanyaan untukmu." Ah mengapa harus Pangeran pertama? Ia pasti akan mempersulit aku dengan puisi yang lebih aneh...
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai pertanyaan puisi
Baca
+Pustaka
Suami Pengangguran Pilihan Bapak

Suami Pengangguran Pilihan Bapak

Ia jadi teringat kemungkinan ada pak Poci atau Tante Kunti. "Aku sudah gantle belum?" tanyanya yang sungguh pertanyaan tidak berarti dan buang-buang waktu. Lagipula tak harus singgah di tempat begini kalau mau tanya yang begitu! "Ck! Kamu tuh maunya apa sih?!" "Aku cuma mau tanya. Aku kayak gitu tadi nyelamatin kamu. Udah gantle belum?" Sungguh pertanyaan tidak berguna, tidak penting hingga harus singgah di sarang mbak kunti begini.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai pertanyaan puisi
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Lalu satu suara pelan terdengar dari ujung aula: “Maka siapa yang menentukan makna, jika semua kata hidup?” 7. Dunia yang Membaca Diri Sendiri Pagi berikutnya, langit bukan lagi biru. Langit menjadi lembaran puisi. Dan setiap langkah santri menulis ulang puisi itu. Ada kalimat yang terbentuk dari cara mereka mengaji. Ada paragraf yang muncul saat mereka menyampaikan pertanyaan yang jujur. Ada halaman baru yang lahir setiap mereka berani mengatakan, “Aku tidak tahu.”
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai pertanyaan puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status