Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

RANIA: PERFECT TEARS (INDONESIA)

"Aku baru setengah!" "Aku masih satu bait" "Aku sudah selesai" Desfa tak habis pikir kalau kegiatan puisi mereka buruk sekali. Lagian siapa yang mampu menulis puisi di tengah teriknya mentari dan diantara kebisingan yang terjadi? "Coba kalian bacakan satu satu" pinta Desfa. Mereka semua terdiam termasuk Rania, alhasil Desfa menarik kertas mereka dan mengoreksinya.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as pertanyaan puisi
Read
+Library
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

Menjelang Ashar biasanya emang udah pada bubar, tapi ada juga yang betah nongkrong sampai Magrib. Matari sendiri benar-benar tak percaya salah satu anggota mereka bisa menembus ke seleksi lomba puisi. Jangan-jangan dia cuma plagiat atau mencontek karya orang lain dan mengubah sedikit-sedikit. Bisa aja kan? “Trus dia lenggang kangkung pulang gitu aja tanpa ngasih kerangka puisinya?” tanya Sandra. “Iya, sempet ditanya sama Bu Cita juga. Alasannya dia sih karena belum dapet ide. Buntu katanya. Aneh banget. Nggak jelas!”
12.4K viewsCompletedAdded to Library 458 Times as pertanyaan puisi
Read
+Library
Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Belajar dan bermimpi. “Emm, maaf, Bu. Misalnya, ‘Hal zaidun qa'im?’ – apakah Zaid berdiri?” “Bagus, itu contoh yang sesuai. Bisa juga contoh lain seperti ‘ma ismuka?’ – ‘siapa namamu? Beberapa contoh yang disebutkan tadi adalah kalimat yang menunjukkan pertanyaan. Ini penting saat kita mau memahami makna Al-Qur'an.” Di sela-sela penjelasan sang guru, Nilna berusaha memahami materi. Dahinya mengernyit. Sesekali memainkan bolpoin dengan kedua tangannya yang masih samar-samar terukir henna.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 152 Times as pertanyaan puisi
Read
+Library
Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa

Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa

"Jika kau ingin membawa harimau kami, kau harus membuktikan bahwa otakmu sama tajamnya dengan pedangmu. Jawab teka-teki puisi ini!" Sai tertawa kecil, ia mengatur napasnya. "Katakanlah. Aku tidak akan kalah." "Dengar baik-baik," ucap sang penantang. "Dia tidak bersuara namun bicara pada dunia, dia tidak memiliki sayap namun terbang melintasi masa, dia memiliki hati namun tak pernah berdenyut. Apakah itu?" Sai terdiam sejenak, memutar otaknya. Para penonton bersorak, memberikan tekanan pada sang pengantin pria.
1029.4K viewsCompletedAdded to Library 824 Times as pertanyaan puisi
Show Reviews (15)
Read
+Library
Beta's Family
thor.. saking kamu irit bgt updatenya , aku sampe nanjak lg ngulang baca dr awal.. masih suka & exited. ramadhan bisa lah thor sekali update 5 bab gt... kalo pas adegan putri & putra mahkota jgn tiba² dipotong dong thor trs langsunh jump ke adegan lain , sangat disayangkan.
nanadvelyns
Dear, pembaca terkasih. Terima kasih banyak untuk yang masih setia menunggu penulis update 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。. Dukungan, perhatian, dan doa yang kalian tinggalkan di kolom komentar sangat berarti! Mulai hari ini novel akan update seperti biasa ya, karena alhamdulillah keadaanku sudah membaik:>. Love youuu
Read All Reviews
Pelayan Cantik Tuan Arogan

Pelayan Cantik Tuan Arogan

Gian terpaku, mulutnya terbuka setengah, seperti tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. 'Yah, ....terbang. harusnya jangan sekarang. huh ....nggak bisa di ajak kompromi nih angin, aku bahkan belum hafal dengan puisi itu" Afie menahan tawa, “Lihat, mungkin angin dan langit juga tidak siap mendengarkan puisi darimu Mas. Emang kapan Mas menulis puisinya.” ""Sebelum ke sini yang, itu curahan semua isi hati dan perasaanku padamu yang"
101.6K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as pertanyaan puisi
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya Akhirnya kami menuliskan lagi puisi pada sebuah tembok yang belum tertulisi, atau tiada gambar di sana. Mei tidak bertanya soal arti, atau maksud mungkin, yang tertuang dalam puisiku tadi. Jika bertanya, aku akan menjelaskan kepadanya bahwa, “Aku juga tidak tahu!”
8.99.6K viewsCompletedAdded to Library 288 Times as pertanyaan puisi
Read
+Library
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Seperti biasa aku mencoba melatih tulisanku dengan beberapa puisi yang kutuliskan di catatan harianku. Suara Lavender 2 Teka-teki dari suara lirih Dengan bingung yang tidak bertujuan Terlalu banyak hal untuk dipaksa menjadi tuan Dari bungkamnya mulut yang dipaksa jawaban Sampai rasa yang heran kebingungan, bertanya “Kenapa kau permasalahkan suratnya?. Cemburukah wahai rasa? ******************* Terimakasih yang sudah mau membaca cerita ini,
102.8K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as pertanyaan puisi
Read
+Library
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Rain dan teman-temannya segera menutup buku mereka, kembali menyimak apa yang akan di ucapkan Bu Sri. "Jadi Ibu mau bikin permainan! Permainannya adalah 'baca dan jawab puisi', jadi disini Ibu sudah siapkan beberapa puisi karya penulis terkenal. Nah nanti Ibu juga tentukan pasangan kalian. Paham?" jelas Bu Sri sambil mengacak kertas origami di tangannya. "Belum Bu! Cara mainnya gimana?" tanya Bara dari pojok depan.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as pertanyaan puisi
Read
+Library
Betty da Jogja

Betty da Jogja

“Aku tertarik dengan puisi itu. Meski terlihat sederhana, tapi membuat aku terkesan. Tapi sayang aku tidak tahu siapa penulisnya.” “Maaf, apa Bapak jatuh cinta sama penulis puisi ini, hingga pingin ketemu?” “Hahaha,” tiba-tiba tawa Andre pecah. “Ya, tidaklah Mam. Ini murni tertarik sama puisi dan tulisan lainnya.” “Tulisan lain? Maksud Bapak?” “Ah, itu nanti aku ceritakan lain waktu. Yang aku harapkan sekarang-sekarang ini menemukan siapa yang telah menulis puisi ini.”
107.3K viewsOngoingAdded to Library 190 Times as pertanyaan puisi
Read
+Library
Terjebak Cinta Kakak Tiri

Terjebak Cinta Kakak Tiri

Hanya keheningan yang mengganti semua pertanyaan yang tak terucap selama bertahun-tahun. Di ruang tamu, ia menatap rak buku tua yang masih memajang buku-buku puisi kesukaannya. Di antara deretan itu, ada satu buku yang tak pernah ia kembalikan sejak SMA—buku yang sama yang dulu ia pinjam karena ingin mengerti arti luka dengan cara yang lebih manusiawi. “Kau masih suka puisi?” tanya ibunya, duduk di sampingnya.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as pertanyaan puisi
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status