Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
CEO Tampan Itu Ayah Putraku

CEO Tampan Itu Ayah Putraku

Ananta menanggapi, "Sekaya apa sih sampai nggak tahu kalau tempat yang sudah dipesan oleh tamu lain itu berarti memang nggak bisa diganggu gugat?" Wanita itu berulang kali membuang napas dengan kasar. Sesungguhnya dia berulang kali menemukan tamu yang mendewakan uang, seakan segalanya benar-benar bisa ditentukan dengan uang. Akan tetapi, Ananta selalu bisa mengatasi hampir semua tamu dan tentu harus menggunakan cara halus yang kadang kala membuatnya serasa seperti seakan sedang menelan buah pare.
1058.4K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Dinikahi Ustadz Tampan

Dinikahi Ustadz Tampan

Lantas, kenapa aku jadi serakah? "Mba, membuatkan aku tanda pengenal dan paspor gak murah loh Mba, tidak apa-apa?" tanya dia sok polos. Dih?? Seharusnya kamu sadar kan? Membawa kamu ke Indonesia itu tidak mudah, jadi kenapa harus ada tambahan minta dinikahkan segala? "Konsekuensi aku dan keuangan aku!" Ku sahutin ucapannya dengan sedikit lelucon, menghilangkan ketegangan yang terjadi di antara kita sejak tadi.
10129.1K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Bodyguard Tampan Ternyata Milyarder

Bodyguard Tampan Ternyata Milyarder

"Kalian tak mengerti ucapanku?" tanya pria itu sekali lagi. Wajahnya yang tampan serta rahangnya yang kuat kini mengeras. Melihat kedatangan tamu tak diundang itu, Maxwell dan teman-temannya hanya bisa saling pandang, sebelum akhirnya tertawa meremehkan.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Presdir Tampan Itu Ayah Anakku

Presdir Tampan Itu Ayah Anakku

Sesaat kemudian, ponsel Vina berbunyi. [Dana masuk sebesar Rp 100.000.000,00] "Buat belanja. Lain kali, jangan pakai uangmu sendiri. Hasil dari katering ditabung saja," ucap Rangga halus. Vina mendongak ke arah Rangga setelah melihat isi pesan itu dengan tampang keheranan. Sebab, setelah keluar dari kediaman Cakrawala, nominal uang Rangga yang pernah ditunjukkan kepada Vina hanya sekitar lima ratus juta.
9.81.0M viewsCompletedAdded to Library 28.7K Times as pesiar tamtama tni ad
Show Reviews (137)
Read
+Library
Fitaria Mala
ceritanya agak bertele2, tp ya pgn dilanjutkan juga. suka karakter dominan yang setia, memanjakan dan penuh kasih. syg koin untuk 1 bab terlalu besar, mahal sekali. belum setengah aja udah seratusan ribu, dan bab nya masih berlanjut. novel yang ada effort kertas dll aja gak semahal ini.
VERARI
Halo, teman-teman pembaca ... saya belum bisa update lagi, baik di web atau app GoodNovel karena ada masalah teknis. Kemungkinan baru bisa update bab selanjutnya hari Senin saat jam operasional GN buka. Mohon maaf atas kendalanya dan sudah membuat kalian menunggu ...
Read All Reviews
PESONA MAS IPAR

PESONA MAS IPAR

Lumayan mahal, tetapi aku tidak perlu mangambil itu, Mas Harris pasti akan membeli itu. "Tomat import jumbo Rp. 24.000/100gram." Aku ambil itu saja. Seorang pramuniaga mendekatiku. Aku meletakkan tomat di atas timbangan digital terdekat. Mbak Pramuniaga dengan cekatan memijit-mijit tombol di timbangan. Lalu menaruh tomat ke dalam kantong dan menempelkan struk yang keluar dari timbangan tadi. Beratnya empat ratus gram lebih sekian. Aku menaruh tomat ke dalam keranjang. Mas Harris mengangkat alisnya. Lalu dengan ujung jari telunjuk dan jempolnya ia menenteng tomat ke depan wajahnya. Aku menunggu reaksinya.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 195 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Dikejar Dua CEO Tampan

Dikejar Dua CEO Tampan

Anya mengingatkan sambil mengacungkan jari telunjuknya dengan sikap mengancam. "Yah elah Nya, kenapa sih galak banget kamu." celoteh Amar sambil menggosok-gosok dagunya yang tidak berjenggot. "Apaan sih kamu!" "kasih dong gue kesempatan Nya, mumpung ketemu tipe gue banget." "Eit, Eit…. tidak boleh!" Ketika mereka tengah berdebat, mendadak pintu lift terbuka. Ghani masuk dan membuat Anya menahan napas. Amar buru-buru mengangguk memberi sikap sopan. Lantas lift kembali naik.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

"Ngga, cari keberadaan Shila saat ini!" suruh Tama dengan menahan emosi. "Mo ngapain?" Mata Ingga menyipit. "Lu b*dek apa pura-pura b*go?" Mata Tama terbeliak lebar, "udah jelas gue butuh duit dari dia, pake nanya segala," ketusnya terlihat sekali geram.
9.933.3K viewsCompletedAdded to Library 731 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Pria Tampan Alat Balas Dendamku

Pria Tampan Alat Balas Dendamku

Perusahaannya terlampau kecil untuk menggapai sebuah tender dari perusahaan sebesar Moontaeil Group. "Come on ... kamu tidak benar-benar serius 'kan untuk mendapatkan tender ini? Kamu itu adalah seorang wanita yang tidak berpendidikan. Gelarmu itu hanya turunan tanpa otak. Kamu pasti akan kecewa nantinya. Pulang saja sebelum akhirnya kamu memeluk kekecewaan," ujar Bandon lagi dengan nada angkuh dan mengejek Adeline. Bersambung~
101.4K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Miliarder Tampan Itu Jodohku!

Miliarder Tampan Itu Jodohku!

Mereka sedang beradu argumen kembali lantaran topik dalam mata kuliah yang menuntut menyelesaikan tugas di hari itu juga. “Ada benang merahnya! yakni jika suatu pendapatan di perusahaan tinggi maka pengeluaran akan ikut merangkak naik, itu keadaan normal Jeremy karena perusahaan akan memerlukan banyak dana untuk kebutuhan promosi” Jelas perempuan Jepang itu kepada Jeremy dengan segala argumen dan masih saja ingin menyangkal perkataan Sakura yang terbata-bata dalam menggunakan bahasa Indonesia. “Sebagai contoh Kita bisa melakukan promosi simple menghemat biaya, tapi dapat menghasilkan income yang tinggi, itu mungkin saja di era digital seperti ini!” Masih kukuh dalam pendiriannya.
3.7K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh

Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh

pria itu berdiri di depannya, dengan pandangan menusuk dan aura dendam yang terasa sangat kuat. “El...” gumam Tama tanpa sadar. Mata El menyipit sedikit, tapi tak ada emosi yang tergambar. Hanya ketenangan yang mematikan. Ia membuka suara, suaranya rendah dan berat. “Maaf, siapa Anda?” Tama terperanjat. “A... aku... perkenalkan, aku Tama. Dokter spesialis bedah saraf (neurosurgeon). Aku yang menangani pasien ini semalam.”
1025.7K viewsOngoingAdded to Library 538 Times as pesiar tamtama tni ad
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status