Seumur Hidup Itu Lama Lebih Baik Menjanda
Ia adalah Janda Mandiri, dan ia akan membuktikan kepada Tama, kepada Ajeng, dan kepada dirinya sendiri, bahwa ia mampu membesarkan anak-anaknya dengan martabat dan kemewahan moral yang jauh lebih berharga daripada kekayaan Tama yang beracun.
Ponsel tergeletak di meja dapur marmer yang bersih, kontras dengan layar yang menampilkan balasan singkat, namun mematikan, dari Tama. Isinya adalah kumpulan alasan klise yang familier, dikemas dalam nada victimisasi dan arogansi: gaji dipotong, restrukturisasi perusahaan, uang belum ada, jangan buru-buru, dan yang paling menusuk, kamu sudah punya uang dari orang tuamu. Tama mangkir.
Hot Chapters