Kembalilah Padaku
Aku tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya menelan kekecewaanku dan berbicara pada bankku untuk memeriksa apakah mereka bisa mencairkan 15 miliar rupiah segera.
“Laura, maafkan aku, tapi sayangnya aku tidak bisa membantumu,” kata Tama seraya dia menghampiriku. Dia tampak pucat, seolah jiwanya telah tersedot keluar. Istrinya berada beberapa meter dari kami, menatap kami dengan lengan yang menyilang di atas dadanya. Rasanya tidak seperti kami berdamai beberapa menit yang lalu dan Tama berjanji untuk membantuku kapan pun aku membutuhkannya. “Aku terpaksa. Aku benar-benar minta maaf, Laura,” tambah Tama.
Aku mengernyit dan menghampiri Fia. Itu sudah menyangkut masalah pribadi. “Kalau begitu, apa
Bab Populer