Dan Akhirnya Istriku Diam
Rima mengangguk dan merapikan barang bawaan, menghabiskan waktu di sini cukup nyaman dengan pemandangan yang luar biasa, setidaknya menyegarkan segala penat yang terjadi beberapa waktu ini.
Setelah merapikan semuanya, Rima berbaring dan merebahkan diri merasakan lelah yang melanda. Ia mengambil ponsel Galih untuk mengirimkan data yang tersimpan di sana. Tapi pandangannya teralih pada sebuah nama asing yang ada di salah satu pesannya.
[Dok, jaketnya saya simpan di ruangan, ya. Terimakasih banyak.]
Rima melihat profil si pengirim pesan, seorang perempuan muda cantik dengan hijab yang anggun dan berlesung Pipit. Meski tidak ingin berpikir terlalu jauh, nyatanya ada saja setan berbisik.