Bukan Istri Sah
“Terus nanti bayinya lahiran di mana? Pindahnya itu kapan sih, sebenarnya? Setelah aku lahiran, atau sebelum aku lahiran kira-kira?”
“Setahun itu, kita nggak akan langsung tahu-tahu pindah.” Banyu meraih pergelangan tangan Damay, lalu mengajaknya beranjak untuk pergi dari rumah sakit. “Pelan-pelan, sambil ngikuti pembangunan pusat pemerintahan di sana. Kita pindah, tapi aku masih bolak balik Jakarta karena kantorku di sini masih jadi yang utama sebelum semua pindah total.”
“Bah!” Damay menghentikan langkah saat baru berbelok keluar dari koridor. “Kalau bolak balik, terus aku sudah punya anak, berarti anaknya juga ikut ke sana kemari juga? Kan, kasihan.”
Bab Populer