Menjadi Istri Dadakan Si Om Tampan
Mata gue sempat meneliti sekali lagi fasad rumahnya—minimalis modern, rapi banget, tapi kayak ada aura misteri yang bikin deg-degan.
Gue berdiri di depan pintu, menarik napas dalam-dalam sambil memantapkan hati. Bel rumah itu ada di samping pintu, bentuknya kecil tapi elegan, matching banget sama desain rumahnya. "Oke, Rania, ini cuma kasih makanan. Nothing weird about this. Biasa aja, santai, lo bisa!"
Dengan gerakan penuh kehati-hatian, jari gue nekan bel itu. Bunyi ding-dong terdengar nyaring, dan gue langsung grogi. Napas gue jadi nggak teratur.
Bab Populer