Kehidupan Setelah Perpisahan
“Cahayanya bagus, pagi-pagi terang. Ini ada tempat tidur dan lemari."
Dina menelusuri dinding, memastikan semuanya masih kokoh. “Iya, Bu."
Setelah melihat kamar, mereka menuju dapur.
Begitu pintu dapur dibuka, Dina langsung kagum. Meja granit panjang membentang di sisi kanan, sementara rak-rak putih tertata rapi.
“Wah, dapurnya luas!” seru Alma.
Bu Rita tersenyum bangga. “Anak saya memang suka masak, jadi dapurnya dibikin lebih lega. Kompor ada, kalo mau tidak saya ambil."
Hot Chapters