Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hadiah Terindah Di Pernikahan Kedua Suami

Hadiah Terindah Di Pernikahan Kedua Suami

"Bukan pejabat aja. Artis aja ada kok." Kami masih menaiki tangga. Tangga ini lumayan panjang. Hingga pintu terlihat di depan. "Tangga ini untuk para pelayan yang mengantar makanan atau stock." Adel menjelaskan fungsi tangga di dalam klub. Adel mengintip dan memastikan semua aman. Kami keluar melihat lorong berkarpet merah. Banyak pintu di setiap lorong. Klub ini sangat besar sekali.
10124.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai pintu tangga
Baca
+Pustaka
Belenggu Hasrat Tuan Yavuz

Belenggu Hasrat Tuan Yavuz

Sebab untuk menggunakan handle pintu yang menggunakan password jelas saja membutuhkan pintu yang memiliki tingkat ketebalan yang sangat luar biasa sehingga mereka bisa menanamnya ke dalam kayu pintu tersebut. Egalita tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh semua orang dia berlarian dengan cepat mendekati pintu itu kemudian mencoba menyadarkan kepala dan telinganya ke dalam pintu di mana orang-orang mencoba memundurkan langkah mereka dan membiarkan egalita membujuk J kecil.
1031.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pintu tangga
Baca
+Pustaka
RAHASIA BAPAK MERTUA

RAHASIA BAPAK MERTUA

" Bahkan, aku pernah memukulnya dengan benda tumpul, itu pun tidak berhasil." "Ada kok." Diska nampak menarik segelas minuman untuk mencairkan tenggorokannya yang kering, lalu ia mulai berkata-kata lagi. "Ada beberapa tombol di bagian handle pintu. Hanya saja tombolnya tidak terlihat karena semua area itu sudah dicat sama pak Sugiono," jelas Diska kembali. Jihan mengangguk seolah mengerti. "Ouh, pantas saja aku tidak melihatnya," balas Jihan lagi, pikirannya seperti hendak memecahkan teka-teki.
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 502 kali sebagai pintu tangga
Baca
+Pustaka
WOLVIRE (Bahasa Indonesia)

WOLVIRE (Bahasa Indonesia)

Anak-anak tangga itu cuma sepanjang kurang dari empat puluh senti dan lebar satu setengah jengkal tangan, dengan langkan sederhana. Mataku menyapu dinding area bawah tanah ini yang memiliki banyak sekali pintu dan jendela. Beberapa orang tampak menjulurkan leher di jendela-jendela itu, lalu menarik leher mereka dan terburu-buru ikut turun untuk melihatku. Tak pernah leher dan wajahku terasa sepanas ini karena malu.
1013.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 448 kali sebagai pintu tangga
Baca
+Pustaka
Warisan Artefak Kuno

Warisan Artefak Kuno

jawab Tang Gu singkat, sambil memperhatikan pintu tua yang compang-camping di hadapannya. Pintu itu perlahan-lahan dibuka oleh seorang pemuda berjubah Tao, terlihat lemah dan lamban dalam gerakannya. Ia dengan hati-hati mencabut satu per satu paku yang menyatukan pintu kayu usang tersebut. Selembar demi selembar daun pintu rapuh itu dilepas, menambah rasa frustrasi Tang Gu.
9.8227.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai pintu tangga
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
LINDA GUNAWAN
awalnya keren. warna silatnya kental. di kisaran 75-80% alurnya malah bukan cerita silat, sepertinya sdh kehabisan cerita, malah cerita ala pokemon/pokemon go/cerita ala games muncul. please deh...mending gak usah maksain konflik sikat menjadi konflik games.
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Baca Semua Ulasan
Mistery of Life : Daffa Albana

Mistery of Life : Daffa Albana

bentak pria itu. “Iy ... ya, Tuan.” Rangga mengecek kembali beberapa tombol. Tapi kali ini bukan berada di dinding, namun berada di sisi pinggir daun pintu yang telah merapat dan berada di posisi tengah saat ini. Jika dilihat sekilas, tombol itu seperti lubang kunci yang disediakan untuk mengunci atau membuka pintu tersebut. “Sudah?! Ayo kita pergi, aku sudah muak berada di bangunan tua ini.” Pria tua itu mendengus sambil mengetatkan pegangan tangan kirinya kepada anak kecil itu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pintu tangga
Baca
+Pustaka
Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Jangan Sentuh Saya, Dokter!

Menambah kesan mahal ruangan itu. Kakinya kembali melangkah menaiki tangga melingkar berwarna putih —kontras dengan warna dinding rumahnya— dengan railing tangga besi bersepuh emas. Langkahnya berhenti di depan sebuah pintu kayu coklat tua dengan gagang berwarna hitam. Diraihnya gagang pintu itu lalu diputarnya perlahan.
1030.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 808 kali sebagai pintu tangga
Baca
+Pustaka
Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Angin musim gugur menggulung daun-daun kuning kecokelatan, berputar sejenak di depan nisan, lalu berhamburan jatuh di bahu Dharma. Ia berjalan tertatih-tatih dengan tongkat kayu yang permukaannya sudah halus karena sering dipegang, ukiran sulur teratai di ujungnya sudah memudar, seperti dirinya sendiri yang telah dikikis waktu, menjadi sosok yang tua dan rapuh.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai pintu tangga
Baca
+Pustaka
PELAYAN TUAN ARTHUR

PELAYAN TUAN ARTHUR

Aku berdiri di atas karpet bermotif, dan di setiap ujung tangga terdapat pot tanaman besar berisi sejenis pohon palem kecil. Pegangan tangannya sebagian besar terbuat dari marmer dengan pinggiran berwarna emas. Lebih jauh ke sisi kanan tangga, ada pintu putih lain yang menuju ke ruangan terang benderang, dan di sisi sebelah kiri juga terdapat pintu serupa. Di balik pintu tempatku berdiri, ada meja kopi dan sofa lengkap dengan satu sofa tambahan di sampingnya.
10261 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai pintu tangga
Baca
+Pustaka
Tangisan Bayi Di Depan Pintu Rumahku

Tangisan Bayi Di Depan Pintu Rumahku

Setelah itu kutinggalkan mereka yang terbengomg-bengong oleh aksiku barusan. Saat menutup pintu, aku langsung mengusap dada sabar. Menghadapi CCTV tetangga memang perlu kesabaran extra. Kalau tidak, sudah minta hidup di hutan aku sama mas Gibran. Tok Tok Tok Aku mengernyit karena pintuku ada yang mengetuk, bukan, tapi leboh tepatnya gedoran. Apa jangan-jangan ibu-ibu itu ingin mengembalikan puding buah yang kuberikan? Namun, saat aku membuka pintu, saat itu pula sebuah tamparan mengenai pipiku. Tanganku terangkat mengusap rasa panas yang langsung menjalar di pipiku. Itu mamah mertuaku, dia menatap aku marah campur benci.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai pintu tangga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status