Terjebak Gairah Siluman
Pagar besi itu terasa dingin saat jemari Wulan tanpa sengaja menyentuhnya. Ia menarik tangannya cepat-cepat, seolah tersengat. Broto tidak memedulikannya, ia melangkah mantap melewati gerbang yang terbuka, menaiki beberapa anak tangga menuju pintu kayu jati yang besar dan mengilap.
Tiga kali buku jarinya yang tebal mengetuk permukaan pintu, suaranya terdengar berat dan mantap, sebuah pengumuman kedatangan yang penuh percaya diri.